Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara akan bermusyawarah dengan
Muspida Plus untuk mencari solusi penyelesaian banjir yang sering terjadi di
Aceh Utara. Rabu, 11 Juli 2012.
“Kita
nantinya akan segera bermusyarawah dengan Muspida Plus untuk mencari solusi
dalam mengatasi banjir yang sering terjadi di Aceh Utara,” Ujar Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib.
Menurut
Muhammad Thaib, penyebab utama terjadinya banjir adalah karena maraknya Ilegal
Logging sehingga hutan-hutan menjadi gundul dan penyerapan air menjadi
berkurang.
“Penyebab
banjir itu karena maraknya Ilegal Loging sehingga banyak hutan-hutan yang sudah
gundul sehingga penyerapan air pun menjadi berkurang”, terangnya.
Kecamatan di
Aceh Utara yang masih rawan banjir adalah di Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu,
Lhoksukon, Tanah Luas dan Paya Bakong dan Pemerintah Pusat pun masih sangat
kurang perhatian dalam melihat kasus banjir yang terjadi di Aceh Utara.
Muhammad Thaib
mencontohkan, untuk membangun tanggul
di Krueng Keretou sepanjang 16 kilo meter membutuhkan biaya yang sangat besar,
maka diperlukannya bantuan dari Pemerintah Pusat. | AT | RD | AG |


0 komentar:
Posting Komentar