Jakarta | acehtraffic.com- Polisi terus mengusut
teror penembakan yang marak terjadi di Jayapura, Papua, akhir-akhir ini.
Mereka kini mengejar lima orang yang diduga terlibat dalam rangkaian
teror tersebut.
Dari hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan, ada lima orang yang sudah di tetapkan sebagai buronan, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jayapura, Papua, Selasa 19 Juni 2012.
Namun, Boy enggan membuka identitas kelima buronan tersebut. yang pasti saat ini polisi telah mengintensifkan pengejaran kelima orang buronan tersebut. Kapolri telah meminta jajarannya menangkap buronan itu secepat mungkin.
Dari hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan, ada lima orang yang sudah di tetapkan sebagai buronan, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jayapura, Papua, Selasa 19 Juni 2012.
Namun, Boy enggan membuka identitas kelima buronan tersebut. yang pasti saat ini polisi telah mengintensifkan pengejaran kelima orang buronan tersebut. Kapolri telah meminta jajarannya menangkap buronan itu secepat mungkin.
"Polri tidak ingin ada
kasus yang terhambat atau pun tidak selesai," kata Boy. Sebab Polri
ingin memberikan kepastian hukum dan jaminan keamanan pada setiap warga
negara yang ada di wilayah Indonesia ini.
Karena itu, Polri sangat menyayangkan serangkaian peristiwa penembakan yang terjadi di pusat kota itu. Meski demikian, Polri tidak akan gegabah melakukan penangkapan terkait kasus ini. "Polri akan mengambil langkah hukum yang prosedural, profesional, dan akuntabel," ujarnya.
Karena itu, Polri sangat menyayangkan serangkaian peristiwa penembakan yang terjadi di pusat kota itu. Meski demikian, Polri tidak akan gegabah melakukan penangkapan terkait kasus ini. "Polri akan mengambil langkah hukum yang prosedural, profesional, dan akuntabel," ujarnya.
Polri juga berharap
serangkaian kekerasan itu bisa segera dihentikan. Mabes Polri telah
mengirim tim laboratorium forensik untuk diperbantukan di Jayapura. Tim
ini akan mengungkap kasus penembakan.
"Terutama untuk mengungkap kasus
penembakan warga Jerman di Pantai Base G, yang sedikit kesulitan karena
tidak menemukan proyektil di TKP," imbuhnya | VV |


0 komentar:
Posting Komentar