News Update :

Sering Telan Korban, Warga Harapkan Pemerintah Perbaiki Jembatan Desa Tuha Lhoksukon

Senin, 18 Juni 2012


Aceh Utara | Acehtraffic.com-  Jembatan gantung  di Desa Tuha yang menghubungkan ke desa Babah Gedubang tepatnya di  Kilometer Empat, kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara nyaris ambruk. Selain lantai bolong-bolong  juga jembatan tersebut sudah pernah menelan korban jiwa.


Kaur Pemerintahan Desa Tuha, Ismail Abdullah, kepada media ini mengatakan,  pihak desa telah mengadukan perihal tersebut kepada pemerintah setempat, tapi apa boleh buat hingga kini jembatan tersebut masih dibiarkan begitu saja.

 "Jembatan ini juga bukan hanya dilintasi oleh warga Desa Tuha saja, tetapi desa tetangga juga melewati jembatan ini, misalnya desa Rawa, Meucat, Rayeuk. Dan  desa dalam kecamatan Cot Girek juga melewati jembatan ini seperti desa Seunubok Drien, Desa Ara dan desa Jeulikat," kata Ismail, Senin 18 Juni 2012

Pantauan reporter The Aceh Traffic, jembatan gantung itu memang nyaris ambruk. Kendati, tali besi yang diikat di tiang penyangga untuk menampung jembatan sudah berkarat dan lantai sudah bolong begitu juga dengan dinding yang nyaris tinggal nama. Tidak hanya itu saja, jembatan itu juga sudah dikerumuni pohon melata sejenis benalu.
  
Sekitar dua tahun lalu, cerita Ismail, seorang bocah kelas satu SD yang melintasi di jembatan tersebut kecebur ke dalam sungai. Karena ia lalai saat berjalan, tanpa diketahui di tengah jembatan ada lantai yang sudah bolong, naas baginya, siswa tersebut berpijak ke dalam lubang jembatan, ia langsung terjun bebas ke sungai. Tapi keberuntungan masih berpihak kepada bocah itu, Ia berhasil diselamatkan, kendati pertolongan spontan datang.

Hal serupa juga dialami oleh warga Desa Tuha, misalnya Suryati (30), beberapa bulan lalu, kata dia, jembatan tersebut nyaris merenggut nyawanya. Kenapa tidak, saat ia melintasi jembatan itu, lantai yang dipijaknya patah,  ia tidak sempat tercebur ke sungai karena sempat bergantung di lantai lainnya.

Lagi, keberuntungan masih memihak kepadanya, hanya saja dia sedikit lecet di lutut tapi kaki kanannya tergelincir akibat kejadian itu.“ Itu memang jembatan maut yang masih aktif, seperti ada hantunya di situ,” keluh Suryati, 

Itu sebabnya, Ismail Abdullah meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki jembatan gantung di desanya, sebelum korban bertambah banyak. 

“Dan ini jembatan satu-satunya penghubung ke Lhoksukon untuk mengganggkut hasil pertanian  masyarakat, memang ada jembatan  satu lagi, tapi sedikit lebih jauh, karena harus memutar lagi,” jelasnya.  | AT | RD | ZB |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016