Lhokseumawe
| Acehtraffic.com – Setelah mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan
empat unit rumah, empat kepala keluarga miskin Jalan Angsana Kelurahan Teumpok
Teuungoh Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe hingga saat ini masih belum memiliki
tempat tinggal yang memadai. Senin, 4 Juni 2012.
Korban yang
mengalami musibah kebakaran tersebut adalah, Tgk Sulaiman Laot, 91 bersama
cucunya Herizal, 19, Jamaluddin, 50 dan isterinya Rasyidah A Gani bersama tujuh
orang anak, Yayat Rahmadi, 45 dan isterinya Nurainiah bersama tiga orang
anaknya dan yang terakhir korban kebakaran yang rumahnya rusak berat
adalah Zainuddin dan isterinya Nurhayati serta tiga orang anaknya.
Karena tidak
memiliki biaya memperbaiki rumahnya, kini seluruh keluarga miskin tersebut terpaksa
hidup terlantar bersama anak-anaknya ditempat yang tidak layak huni.
Zainuddin,
salah seorang warga yang rumahnya rusak berat akibat kebakaran tersebut
mengatakan, setelah kebakaran itu terjadi keluarga Jamaluddin dan Sulaiman Laot
kini hanya menumpang di rumah saudara terdekatnya di desa yang sama dalam
kondisi kesempitan tanpa kamar tidur.
Sementara
itu Zainuddin mengaku, dirinya dan keluarga Yayat pasrah bertahan hidup dengan
membangun gubuk reot di lokasi bekas kebakaran dulu.
Zainuddin
juga menjelaskan mereka tertimpa musibah kebakaran pada malam Selasa 18 Mei 2010,
kronologis singkat api yang tidak diketahui asalnya muncul tiba-tiba dari rumah
Jamaluddin.
Karena
rumahnya berkonstruksi kayu, sehingga membuat api cepat membesar dan sulit di padamkan
oleh warga yang mencoba membantu menyiram air.
Sementara
itu petugas armada pemadam kebakaran yang datang, mengalami kendala memadamkan
api lantaran sulit menerobos masuk ke lokasi kebakaran yang letak rumahnya di
kawasan padat.
“Kebakaran
terjadi sangat cepat. akibatnya Tiga unit rumah hangus tanpa sempat
menyelamatkan harta bendanya, seperti barang elektronik, sepeda motor dan
uang. Alhamdulillah rumah saya hanya mengalami rusak parah di bagian pintu
dan jendela ,” paparnya.
Zainuddin
juga menambahkan, pasca kebakaran itu,
para keluarga korban hanya menerima bantuan masa panik dan sejumlah uang untuk
bertahan hidup dari mantan Walikota Lhokseumawe Munir Usman.
Munir Usman juga
sempat berjanji akan mengupayakan adanya dana bantuan rumah dan rehab rumah
kepada korban, namun hingga hari ini belum ditunaikannya.
Hingga saat ini, para keluarga
korban kebakaran yang tidak punya pekerjaan tetap itu, berharap Pemko
Lhokseumawe dibawah naungan Pj Airifin Abdullah dapat terketuk hatinya untuk
membantu dana pembangunan atau rehabilitasi rumah mereka.| AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar