
Acehtraffic.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat kembali menjadwalkan kunjungan ke luar negeri. Kali ini giliran anggota yang tergabung dalam Panitia Khusus RUU Pemda dan RUU Desa.
Anggota Pansus RUU Pemda dan RUU Desa, AW Thalib, mengungkap lawatan itu bertujuan untuk melakukan studi banding terkait pembahasan dua undang-undang tersebut.
Negara yang dijadikan tujuan adalah China dan Venezuela untuk RUU Desa, serta Jerman dan Jepang untuk RUU Pemda. Studi banding di empat negara itu akan dijalankan tim yang berbeda-beda.
"Yang jelas anggota pansus sudah menentukan siapa yang ke Venezuela dan China. Dari rombongan itu nanti dibagi dua. Saya kebagian ke Venezuela," kata AW Thalib di Gedung DPR, Selasa 19 Juni 2012.
Studi banding itu akan dilaksanakan pada 6 Juli 2012. Saat ini rencana itu sedang dalam tahap pembicaraan ke kedutaan dua negara tersebut untuk mematangkan persiapan sehingga proses studi banding nanti menjadi lebih lancar.
Panitia khusus RUU Desa sudah mengagendakan beberapa pertemuan dan kunjungan ke beberapa institusi yang terkait dengan desa di dua negara tersebut.
Anggota Komisi II DPR dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu menjelaskan, Venezuela dan China dipilih karena masih memiliki kemiripan karakter dengan Indonesia. Yaitu, masyarakatnya masih hidup dalam ketergantungan sektor agraria dan sifat masyarakatnya yang beraneka ragam. Nah, DPR ingin tahu bagaimana negara itu mengelola keanekaragaman warganya itu.
"Apalagi saat ini kita masih pro-kontra dalam penyebutan, apakah pakai nama desa atau yang lain, masih belum ada kesepakatan," katanya.
Pansus juga ngin mengetahui bagaimana sistem, proses, dan pengelolaan pemerintahan desa di China dan Venezuela. Pasalnya, desa di kedua negara itu secara struktur tidak masuk dalam pemerintahan tapi memiliki peran yang strategis. Ini akan menjadi pembanding dan salah satu sumber masukan yang akan dibahas DPR dan pemerintah nantinya.
Sementara Pansus RUU Pemda diperkirakan akan ke Jerman dan Jepang pada September 2012 mendatang. Awalnya memang direncanakan untuk berangkat dalam waktu dekat. Namun, kemudian ada pemberitahuan untuk ditunda hingga September. (umi) | Vivanews.com

0 komentar:
Posting Komentar