
Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Laisal tersangka utama pelaku pelemparan bom molotov di
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji [SPBBE] PT Kuta Lhokseumawe Gas di Dusun
Blang Raya, Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe berhasil
di bekuk oleh Tim Opsnal Polres
Lhokseumawe.Jumat, 18 Mei 2012.
Ia ditangkap dirumah
keluarganya yang terletak di Desa Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti Kota
Lhokseumawe pada pukul 23:00 Wib, tadi malam. Akibat dari penangkapan tersebut,
terungkaplah motif pelemparan bom tersebut, yaitu hanya bermotif dendam saja
karena pelakunya merupakan satpam di SPBBE itu.
Sementara itu, Kapolres
Lhokseumawe, AKBP Kukuh santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Galih Indra Giri
mengatakan berdasarkan proses penyelidikan, termasuk olah TKP serta keterangan
dari para saksi, maka mengarah kepada Laisal.
Karena sekitar tiga bulan
lalu Laisal mengalami masalah internal, hingga pihak SPBBE pun meminta dia
untuk mengundurkan diri dan saat ini tersangka telah diamankan di Mapolres
Lhokseumawe untuk menjalani proses hukum yang lebih lanjut.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiju
[SPBBE] di Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe
dilempari bom Molotov oleh orang tak dikenal. Selasa, 15 Mei 2012.
Bom Molotov tersebut dilempar
sebanyak 3 buah, namun yang meledak hanya dua karena yang satunya lagi terendam
air sehingga tidak meledak.
Kejadian itu pada Senin, 14 Mei 2012
malam pukul 19: 30 Wib, awalnya satpam yang menjaga gedung SPBBE tersebut
mendegar adanya suara berisik disemak-semak, kemudian satpam tersebut pun
mencoba untuk memeriksa.
Ketika diperiksa, ternyata tidak
dijumpai apa pun, namun ketika satpam itu sedang balik, tiba-tiba terjadilah
suara ledakan dan mengeluarkan api, hingga petugas pun memadamkan api tersebut.
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe
AKBP Kukuh Santoso melaui Kasat Reskrim AKP Galih Indra Giri menyatakan, di TKP
pihaknya menemukan pecahan kaca bom moltov yang terbuat dari botol kecap, satu
bom moltov yang masih utuh karena tidak meledak, dan sumbu.
“Di TKP kita telah menemukan
beberapa pecahan kaca bom moltov yang terbuat dari botol kecap, satu bom moltov
yang masih utuh dan sumbu”. Ujar Kasat Reskrim, AKP Galih Indra Giri.
Bom tersebut, sambung Galih,
dilempar di belakang pagar bangunan SPBBE sebelah selatan. Kita juga mencium
adanya bau minyak tanah, sementara itu kita juga telah periksa 2 saksi dan
nantinya akan menyusul menjadi 5 orang.| AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar