Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Vivi Handayani, mahasiswi Univeristas Malikussaleh [Unimal]
yang melakukan aborsi beberapa waktu lalu karena disebabkan dirinya malu telah
hamil diluar nikah. Minggu, 6 Mei 2012.
Hal tersebut diungkapkan
oleh Kasat Reserse Polres Lhokseumawe, AKP Marzuki “Penyebab dia melakukan
aborsi karena dia malu telah hamil diluar nikah, agar hal itu tidak tercium
kepada orang lain maka aborsi lah dia”. Ujarnya.
Menurut keterangan yang
diberikan kepada Polisi, sebelum melakukan aborsi, Vivi menceritakan persoalan
yang dialami oleh dirinya kepada temannya yang bernama Farida Hanum, yang juga
sebagai anak dari dukun beranak tersebut.
Setelah bercerita, kemudian
Farida Hanum menelpon ibunya serta menceritakan persoalan yang dihadapi Vivi, kemudian sang ibu pun
menjawab bisa menanggani persoalan yang dihadapi oleh Vivi.
Hingga akhirnya Vivi
Handayani pun melangkahkan kakinya ke Gampong Pante Pirak Kecamatan Matang Kuli
untuk menjumpai sang dukun beranak tersebut. Dukun beranak itu pun ditawari
uang sebesar Rp. 2.000.000 untuk menjalankan aksinya.
Hingga pada hari Selasa, 1
Mei 2012 pukul 10:00 wib, Vivi melahirkan bayi perempuannya yang mungil tanpa
dosa pada pukul 10:00 Wib, tepatnya pukul 17:00 wib, bayi mungil tak berdosa
itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Saat ini pihak Kepolisian
telah memeriksa lima orang saksi dari warga gampong setempat serta Bidan
Pukesmas Matang Kuli pun dimintai keteranggannya, karena pada hari kejadian
itu, dukun beranak itu ada membeli obat di Puskesmas.
Kemarin, Sabtu, 5 April
2012, Polisi telah melakukan pemerikasaan terhadap seluruh keluarga dukun
beranak tersebut.
Menurut keterangan dari
Bidan Pukesmas Matangkuli, Maryani, dukun beranak yang melakukan aborsi
terhadap Vivi Handayani bukanlah dukun beranak, dirinya hanya sebagai tukang
kusuk biasa.
Kepada Polisi, dukun beranak
tersebut mengaku telah menolong orang melahirkan sebanyak 62 orang, namun saat
ini dugaan sementara dukun beranak itu
tidak hanya sekali melakukan aborsi,
“Kepada kami, dukun beranak
itu mengaku telah menolong orang melahirkan sebanyak 62 orang, kita menduga
dukun beranak itu bukan hanya kali ini melakukan aborsi”. Ungkap Kasat Reserse
Polres Aceh Utara.| AT | AG |


0 komentar:
Posting Komentar