News Update :

Diskusi Buku Irshad Manji "Allah, Liberty & Love" Mendapat Pertentangan Diberbagai Tempat, Ada Apa ?

Rabu, 09 Mei 2012



Jakarta | Acehtraffic.com- Buku Irshad Manji yang berjudul Allah, Liberty & Love, katanya menceritakan tentang keresahan muslimah di seluruh dunia, ditentang diskusinya diberbagai tempat di Jakarta dan di Yokyakarta. Rabu 9 Mei 2012

Berdasarkan keterangan  Anis dari pihak penerbit bukun tersebut, Irshad menulis buku itu setelah menerima surat elektronik dari muslimah di seluruh dunia. "Jadi buku itu catatan ringan soal kebebasan perempuan," ujar Anis

ReneBook sendiri merupakan penerbit buku karya Irshad yang berjudul Allah, Liberty & Love' yang disadur ke bahasa Indonesia. Acara diskusi buku itu di Salihara, Jumat, 4 Mei 2012, merupakan kerja sama ReneBook dengan Komunitas Salihara.

Anis mengatakan Allah, Liberty, & Love merupakan buku yang bertujuan memberikan semangat bagi kaum perempuan untuk berkarya. Buku itu disebut Anis juga untuk memberikan semangat kepada kaum perempuan agar tidak takut memperjuangkan haknya.

"Irshad menulis setelah para penanya bertanya lewat email setelah membaca bukunya yang bejudul 'Beriman Tanpa Rasa Takut'," ujar Anis.


Gedung Salihara digeruduk sejumlah organisasi massa pada Jumat, 4 Mei 2012, pukul 19.00. Hal itu terjadi beberapa saat setelah acara diskusi buku karya Irshad Manji berjudul Allah, Liberty & Love dimulai. Massa di luar gedung itu berteriak dan meminta acara diskusi tersebut dibubarkan. 

Di UGM yang sejatinya diskusi diskusi tentang buku Irshad Manji yang berjudul Allah, Liberty and Love, Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan dilarang rektorat. 

Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Ari Dwipayana "Rektor memberikan alasan demi keamanan bersama,” kata Ari ketika dihubungi Tempo, Rabu, 9 Mei 2012. Ari mengaku menerima pesan singkat dari Rektorat yang menyatakan diskusi dibatalkan untuk menjaga kebaikan bersama.

Rektorat juga meminta agar diskusi itu diselenggarakan di luar kampus UGM. Menurut Ari, UGM seharusnya tidak melarang diskusi tersebut. UGM, kata Ari, bukanlah sebuah institusi politik maupun keamanan yang dapat melarang diskusi semacam itu. 


Ari berpendapat diskusi yang menghadirkan Irshad Manji itu berkaitan dengan mimbar akademik. Ia menuturkan UGM sebagai sebuah institusi seharusnya tetap mempertahankan mimbar akademik. Ari mengaku kemarin ada diskusi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) universitas tersebut untuk menolak Irshad.

Ari pun mempertanyakan diskusi yang dilakukan di fakultas tersebut. Ia memandang hal tersebut harus dikritik.


“Kalau diskusi untuk menolak Irshad boleh dilakukan, kenapa diskusi tentang Irshad malah tidak boleh?” kata Ari. Sekarang Ari mengatakan belum mengetahui perkembangan mengenai pembatalan diskusi tersebut.

Sebelumnya di Yogyakarta, muncul penolakan keras dari sejumlah kelompok massa atas rencana diskusi dan peluncuran buku Irshad. Setidaknya ada dua kelompok yang menyatakan bakal menghadang acara ini. 


Kelompok pertama adalah kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Jama’ah Shalahuddin bersama Kelompok Rohani Islam (KRI) UGM. Sedangkan kelompok kedua dari ormas Front Pembela Islam DI Yogyakarta–Jawa Tengah.

Diskusi buku Irshad Manji rencananya akan digelar di Gedung Pascasarjana UGM Yogyakarta pada pukul 09.00 WIB dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pada pukul 13.00 WIB. 

Sebelumnya diskusi Irshad di Gedung Salihara Jakarta juga dibubarkan paksa oleh massa dan ormas yang tiba-tiba menggerudug ruang diskusi. | Tempo.co
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016