Lhoksukon
| Acehtraffic.com- Memasuki minggu keempat bulan April 2012, ribuan pegawai
berstatus tenaga honorer belum menerima upah jerih mereka. Tentulah kondisi ini
memberatkan bagi mereka yang hanya bergaji kecil. Kamis 26 April 2012
Kondisi
ini sepertinya tidak pernah berubah dari tahun ke tahun. Hal ini menyiratkan
bahwa perhatian pemerintah terhadap para honorer sangatlah minim. Informasi yang
diterima dari seorang guru honorer yang bertugas di Kabupaten Aceh Utara.
Lambatnya
pembayaran gaji tentunya membuat para honorer kesulitan untuk menutupi
kebutuhan hidup mereka. Apalagi selama ini gaji yang diterima perbulan
jumlahnya sangat kecil dibanding UMP yang ditetapkan pemerintah.
“Kondisi
ini setiap tahunnya terjadi seperti ini, pada awal dan diakhir tahun. Kalau
awal tahun alasannya yakni verifikasi tenaga honorer. Kalau akhir tahun
alasannya, juga verifikasi dan lambat diproses karena banyaknya amprahan yang
masuk. Ini sangat terkesan sekali kalau administrasi pemerintah Aceh Utara
kurang baik,”Ucap Laini seorang tenaga honorer kepada wartawan koran ini.
Seharusnya,
sambung honorer ini, pihaknya berharap ada peningkatan kesejahteraan dan
pembayaran gaji tepat waktu. “Minimal pembayaran kami tepat waktu, tidak
seperti saat ini,” harapnya.
Dari
data yang diterima wartawan koran ini, jumlah tenaga honorer untuk tenaga
pengajar mencapai 2.000 lebih. Ini belum lagi tenaga honorer dari sejumlah
instansi lainnya. Besarnya gaji untuk tenaga honor daerah Rp.750 ribu perbulan
dan bhakti murni Rp 300 ribu perbulan.
Sementara
itu, Kabag Humas dan Informasi Pemkab Aceh Utara, Azhari Hasan, SH yang ditanya
terkait hal ini mengatakan bahwa belum dicairkannya gaji karena proses
verifikasi SK honorer sedang dilakukan. Mengingat banyaknya jumlah tenaga
honorer, sehingga proses verifikasi sedikit menyita waktu.
“Proses
verifikasi SK tenaga honorer sedang dilakukan. Hanya saja belum semua selesai
dilakukan verifikasi sehingga amprah gaji belum dapat dilakukan. Kalau ini
sudah selesai, maka amprahan akan langsung dilakukan tentunya,” jelas Azhari.
Sementara
itu, sejumlah PNS yang bertugas di kecamatan pelosok berharap pemerintah
memberikan insentif kepada mereka. Dirasakan sangat wajar jika pns yang bertugas
di daerah terpencil dianggarkan dana insentif tambahan oleh pemerintah. Ini
tidak lain sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pns yang bertugas di
daerah pelosok.
“Kami
rasa wajar jika pemerintah menganggarkan insentif bagi kami yang bertugas di
kecamatan pelosok. Ini tentunya dapat memicu semangat kerja kami yang bertugas
di pedalaman. Tentunya tidak banyak dan sangat mudah didata oleh pemerintah
daerah,” jelas seorang PNS bertugas di pedalaman Aceh Utara. | AT | RA


0 komentar:
Posting Komentar