
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Calon Gubernur Aceh Darni M Daud menyatakan dirinya tidak yakin dengan hasil hitungan cepat perolehan suara pilkada Aceh yang dilakukan sejumlah lembaga survei, karena pesta demokrasi di daerah itu tidak berlangsung normal.
"Saya akan menganalisis dulu hasil survei itu, sebab kami kurang yakin dengan hasil yang dikeluarkan, menyusul adanya berbagai pelanggaran yang terjadi di lapangan," katanya di Banda Aceh, Selasa 10 April 2012.
Hal itu disampaikan menanggapi hasil hitungan cepat yang dikeluarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan pasangan Zaini Abdullah/Muzakir Manaf sebagai gubernur/wakil gubernur periode 2012-2017 dengan persentase perolehan suara sebesar 55,90 persen.
Menurut dia, angka yang dikeluarkan tersebut sangat fantastis dan di luar dari prediksi dari hasil perolehan suara pada pemilihan gubernur/wakil gubernur. "Saya perlu menganalisis hasil tersebut, sebab pelaksanaan pemilihan kepala darah tidak berlangsung normal dan ini yang membuat ketidakyakinan terhadap hasil tersebut," katanya.
Darni mengatakan, dalam pelaksanaan pilkada tersebut pihaknya telah mencatat berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh kontestan lainnya terhadap tim dan pendukungnya. "Kami pertimbangkkan dulu apakah berbagai catatan tersebuat akan kami tempuh melalui jalur hukum atau tidak. Semua proses masih terbuka lebar," kata Darni.
Darni menambahkan, pihaknya tetap menunggu hasil resmi dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh terkait hasil penghitungan suara pemilihan gubernur/wakil gubernur yang berlangsung di seluruh kabupaten/kota. "Saya siap mendukung kandidat yang menang dalam pemilihan kepala daerah ini," demikian Darni yang berpasangan dengan Tgk Ahmad Fauzi.
Pemilihan gubernur/wakil gubernur berlangsung serentak dengan pemilihan 17 bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut. | AT | AN |

0 komentar:
Posting Komentar