Jakarta | Acehtraffic.com- Menteri
Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengaku tidak
khawatir sekalipun calon kuat pemenang Pilkada Aceh merupakan mantan
petinggi Gerakan Aceh Merdeka.
Dari berbagai hasil penghitungan cepat,
Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf yang merupakan mantan petinggi GAM
diperkirakan akan memenangkan pemilukada ini. "Tidak apa-apa kan," kata
Djoko, di pelataran Istana Merdeka, Jumat 13 April 2012.
Pasangan Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf yang maju di Pilkada Aceh, unggul dalam penghitungan cepat versi Citra Publik Indonesia (CPI)-Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Zaini-Muzakkir disebut meraih lebih dari 50 persen suara di Aceh. Menurut versi Citra Publik Indonesia, keduanya meraih 54,53 persen suara. Sedangkan, Lembaga Survei Indonesia juga menyatakan keunggulan pasangan Zaini-Muzakir mencapai 55,90 persen suara.
Djoko menambahkan gubernur Aceh saat ini, Irwandi Jusuf juga merupakan petinggi GAM lima tahun yang lalu. "Jadi tidak relevan sama sekali," kata dia.
Pasangan Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf yang maju di Pilkada Aceh, unggul dalam penghitungan cepat versi Citra Publik Indonesia (CPI)-Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Zaini-Muzakkir disebut meraih lebih dari 50 persen suara di Aceh. Menurut versi Citra Publik Indonesia, keduanya meraih 54,53 persen suara. Sedangkan, Lembaga Survei Indonesia juga menyatakan keunggulan pasangan Zaini-Muzakir mencapai 55,90 persen suara.
Djoko menambahkan gubernur Aceh saat ini, Irwandi Jusuf juga merupakan petinggi GAM lima tahun yang lalu. "Jadi tidak relevan sama sekali," kata dia.
Seharusnya, kata Djoko, yang dilihat saat ini bukanlah siapa
pemenangnya. "Tetapi proses demokrasinya sudah dijalankan dengan baik.
Keikutsertaannya, rakyat yang memilih persentasenya bagus, 70 persen,"
kata dia.
Yang paling penting, Djoko melanjutkan, adalah proses demokratisasi di tanah rencong sudah dikerjakan sebaik-baiknya dengan kandidat yang bervariasi.
Yang paling penting, Djoko melanjutkan, adalah proses demokratisasi di tanah rencong sudah dikerjakan sebaik-baiknya dengan kandidat yang bervariasi.
"Bahwa siapa yang menang, itulah hasil
representasi rakyat Aceh ke depan. Yang paling penting bagaimana
pemimpin baru itu bisa membawa pembangunan Aceh yang lebih baik ke
depan," kata dia, sebagaimana di lansir Tempo.
Di awal kisruh antara Partai Aceh dan Irwandi Yusuf, dibeberapa kesempatan reporter Acehtraffic.com mendengarkan statemen anggota Partai Aceh bahwa tidak enak mata melihat Irwandi Yusuf karena terlalu mendengar Jakarta.
Namun kenyataan kemudian Partai Aceh menggandeng tiga Purnawirawan Jakarta ? dan setelah menang apakah Zaini -Muzakkir mendengar Jakarta atau berani membantah....??? Sebagai Rakyat Aceh kita liat saja | AT | RD | Tempo.co


0 komentar:
Posting Komentar