Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Pasca terjadinya Gempa yang berkekuatan 8.5 SR
yang terjadi pada pukul 15:38 Wib tadi,
terlihat jalanan untuk keluar dari Kota Lhokseumawe terlihat sangat padat.
Rabu, 11 April 2012.
Menurut panatauan reporter
The Aceh Traffic, di sekitar jembatan Cunda Kota Lhokseumawe terlihat ratusan
kenderaan, baik sepeda motor maupun mobil berbondong-bondong untuk keluar dari
Kota Lhokseumawe.
Warga memilih keluar dari
Kota Lhokseumawe karena Kota Lhokseumawe merupakan kota yang berada di pesisir pantai, sehingga letak Kota Petro Dolar [Sebutan Untuk Kota Lhokseumawe – Red]
sangat dekat dengan laut.
Heri salah seorang penduduk
Kota Lhokseumawe yang dijumpai reporter media ini di Jembatan Cunda mengatakan,
dirinya memilih keluar dari Kota Lhokseumawe karena takut akan terjadi
kenaikkan air laut sehingga dirinya memilih untuk mecari daerah yang berdataran
tinggi.
Selain itu, sambung heri,
apalagi BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami terhadap gempa yang
terjadi tadi.
Sementara itu di bundaran
Pos Lalu Lintas Kota Lhokseumawe terlihat kenderaan juga sanggat padat,
sehingga Polisi Lalu-Lintas juga ikut turun tanggan dalam menertibkan arus lalu
lintas tersebut.
Kasat Lantas Polres
Lhokseumawe, AKP Aji Purwanto mengatakan “Walaupun jalanan macet karena
masyarakat ingin keluar dari Kota Lhokseumawe, sejauh ini kondisinya tertib dan
tidak ada yang kecelakaan”. Ujar Kasat Lantas Polres Lhokseumawe, AKP Aji
Purwanto.
Selain itu di SPBU Cunda
Kota Lhokseumawe juga terlihat sangat padat, banyak kenderaan yang mengisikan
bahan bakar dan juga terjadi antrian yang panjang sampai menjelang waktu Shalat
Mahgrib.| AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar