Aceh Utara | Acehtraffic.com – Pasangan Calon Bupati Aceh Utara Nomor 7, terlihat para
pendukung pasangan Misbahul Munir -
Mansur yang maju melalui jalur perseorangan / independen, serta para relawan,
simpatisan, akhirnya tumpah ruah ke lapangan bola kaki Bayu untuk mengikuti
kampanye terbuka. Rabu, 4 April 2012
Kampanye
pasangan nomor 7 tersebut dipadati para masyarakat, pendukung, simpatisan,
relawan pasangan yang berdatangan dari
berbagai kecamatan yang ada di seputaran Aceh Utara.
Massa
yang datang ada yang mengenderai sepeda motor, pick up, bus, labi-labi dan mobil pribadi,
bagaikan lautan manusia yang memadati ruas-ruas jalan lintas Medan – Banda Aceh
tepatnya di Desa Bayu, Aceh Utara.
Kehadiran
massa yang datang tersebut karena ingin membuktikan bagaimana simpatisanya
masyarakat, yang dengan rela tanpa uang, tanpa iming-iming sembako, maupun yang
lainnya. Ikhlas hadir ditengah-tengah kampanye yang dilaksanakan pasangan
tersebut.
Dalam
orasi politiknya Mansur, SE yang juga sebagai calon Wakil Bupati mengatakan
bahwasannya kenapa hari ini baru dilaksanakan kampanye terbuka karena
menurutnya menginggat ketertiban lalu lintas karena tidak sedikit orang yang
ikut kampanye mengalami kecelakaan.
Selama
ini pasangan nomor urut 7 tujuh tersebut turun ke kampong-kampung, karena
politik orang kampunglah yang benar, maka ia juga mengajak seluruh elemen agar
kalau ke kampong-kampung jangan berbicara palsu kepada masyarakat.
“kami
baru kali ini mendakan kampanye terbuka seperti ini, karena kami menginggat
ketertiban lalu-linta yang tidak sedikit ada yang kecelakaan ketika ikut
kampanye, maka kami selama ini turun ke kampong-kampung karena politik orang
kampulang lah yang benar”. Ujar Mansur.
Sementara
itu Misbahul Munir dalam orasinya mengatakan, kezaliman yang paling besar saat
ini terjadi di Aceh adalah kerjasama antara Yahudi dan Amerika untuk menguasai
minyak Aceh.
Dulu
dikirim William Nessen ke Aceh adalah untuk mengecek apakah perlawanan Gerakan
Aceh Meredeka [GAM] benaran serius atau pura-pura, menurut MIsbahul William
Nessen adalah Snock Hurgonje yang kedua.
“Kezaliman
paling besar terjadi hari ini di Aceh kerjasama antara Yahudi dan Amerika untuk
menguasai minyak Aceh, dan William Nessen yang dikirim ke Aceh pada saat
konflik dulu ibarat seperti Snock Hurgonje kedua”. Ujar Misbahul Munir.
Setelah
itu, Sambung Misbahul, William Nessen
membawa hasil laporannya kepada Amerika bahwasannya minyak di Aceh tidak bisa
di ambil lagi dan minyak di Aceh habis pada tahun 2016.
Maka
pada saat itu William Nessen mendapatkan temuannya bahwa kalau orang Aceh tidak
dimusnahkan maka GAM tidak akan menyerah. Sehingga Tsunami yang terjadi pada
akhir tahun 2004 diciptakan oleh orang Amerika melalui bom Tekno Nuklir yang di
pasang di laut Aceh.
“Selama
di Aceh, William Nessen mendapatkan hasil temuannya bahwa kalau orang Aceh
tidak dimusnahkan maka GAM tidak akan menyerah dan Tsunami Aceh pada akhir 2004
diciptakan oleh Amerika”. Tegas Misbahul Munir.
Pada
saat tsunami terjadi, kita semua diberikan kabar mnanis, yaitu kapal perang
Amerika tiba di Aceh untuk menyelamatkan warga Aceh, nyatanya kehadiran kapal
tersebut hanya untuk meletakkan bom di laut Aceh”. Terang Rahul [Panggilan
akrab MIsbahul Munir-red].
Setelah Misbahul dengan
tegas mengatakan, setelah tsunami terjadi kemudia masuklah Bil Clinton, Jos
Soros, Marti Anthisari ke Aceh, begitu juga dengan para orang-orang yang
menjual Naggroe Aceh membentuk sebuah kantor di Banda Aceh, yaitu Aceh Future
Insrtitut [AFI] kantor ini sebaga tempat karung uang.dari laba minyak.
Begitu juga yang di Luar Neger
dibentuk juga kantor Aceh World Trade Center [AWTC], kantor ini berada di
Penang yang dibentuk oleh kelompok-kelompok Eks yang tidak pulang ke Aceh.
“Dulu kita semua
mengatakan Jakarta pengkhianat, sekarang Banda Aceh telah dijkadikan Jakarta no
2 dan saya ingin dibunuh sampai mati karena saya membongkar semua rahasia ini”.
Ungkap Misbahul.
“Saya masuk GAM, kemudian setelah itu saya menjadi Wakil
DPRK Aceh Utara dan saya keluar dari DPRK karena didalam itu semuanya terjadi
kezaliman, sampai-sampai anak yatim pun ditipu”. Terangnya.
Selain tiu Rahul juga menjelaskan
mengenai UUPA karena di dalam UUPA ada beberapa Konvenan PBB yang diadopsi
seperti kebebasan untuk memilih, maka Misbahul menilai kelompok kita sendiri
bisa menjalankan UUPA karena mereka tidak bisa memberika kebebasan dan
kemerdekaan bagi Bangsa Aceh dan juga masih banya intimidasi dan pemukulan yang
terjadi.
Antuasianya
massa yang datang dalam kampanye pasangan nomor 7, mengisyaratkan bahwa
dukungan masyarakat Kabupaten Aceh Utarat nampaknya dipercayakan kepada
pasangan Misbahul Munir – Mansur, SE, | AT | AG |

0 komentar:
Posting Komentar