Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Bukan
kehancuran fisik yang disebabkan oleh gempa susulan berkekuatan 6.0 SR yang terjadi tadi sore sekitar pukul 17.45 WIB melainkan gempa tersebut membuat ratusan warga kota Lhokseumawe kembali panik
akibat trauma yang belum sembuh dari ingatan tsunami tahun 2004 yang lalu.
Maghrib tadi, Rabu, 11 April 2012,
ratusan warga kota Lhokseumawe lainnya memilih hijrah ke mesjid Cunda yang
berada di jalan Merdeka barat Kota Lhokseumawe. Shaf yang dulunya tak pernah
penuh, tadi maghrib mendadak penuh meskipun masih ada shaf yang kosong namun
bila dibandingkan hari-hari biasanya para jamaah meningkat drastis.
Menurut salah seorang pengurus
mesjid Cunda Usman mengatakan, biasanya para jamaah itu penuh disaat shalat
tarawih dibulan Ramadhan itupun bertahan hingga 10 malam, ketika shalat Jum’at
mesjid ini juga penuh dengan jamaah, shalat lainnya yang dipenuhi jamaah
dimesjid Cunda ini adalah pada saat hari raya idul fitri/adha.
Namun tadi maghrib merupakan bukan
hari besar agama Islam tetapi para jamaah yang mengikuti shalat lumayan penuh bahkan
hingga mengajak seluruh anggota keluarganya dikarenakan telah terjadi dua gempa
susulan tadi sore dengan 8.5 SR pada gempa yang pertama pada pukul 15.38 WIB, dan gempa
susulan 6 SR sekitar pukul 17.45 WIB sehingga menyebabkan ratusan warga kembali berzikir
menyebut asma Allah dan tak pelak mesjid pun mendadak penuh baik dipenuhi oleh
para pengungsi maupun jamaah yang berasal dari pengungsi itu sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar