Jakarta | Acehtraffic.com--Penghitungan cepat (quick count) yang
dilaksanakan sejumlah lembaga survei, menempatkan pasangan calon
gubernur dan wakil gubernur Aceh yang diusung Partai Aceh (PA) dan
koalisi sejumlah partai nasional, Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, sebagai
pemenang sementara dalam pilkada Aceh.
"Rakyat Aceh sepertinya ingin memberikan kesempatan pada calon resmi
Partai Aceh sebagai metamorfosa GAM untuk memimpin Aceh," kata Pengamat
Politik M Qodari ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin 9 April 2012.
Dikatakan kesempatan yang sama sudah mereka berikan dalam Pileg
(Pemilihan Legislatif) 2009 yang dimenangkan mutlak Partai Aceh untuk
kursi DPR Aceh. Menangnya calon gubernur yang diusung partai lokal
mengalahkan calon dari partai nasional seperti Demokrat menimbulkan
pertanyaan. "Memang partai nasional sebenarnya kurang peminat di Aceh,"
kata Qodari.
Dijelaskan partai lokal lebih dipercaya mampu memahami dan
mengartikulasi kepentingan rakyat Aceh. "Tapi kalau partai lokal
ternyata nanti kinerjanya buruk, partai nasional bisa dapat angin,"
ujarnya.| Tribunnews


0 komentar:
Posting Komentar