Langsa
| Acehtraffic.com - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan berbagai tindak kekerasan di
Aceh, termasuk yang menimpa tim sukses dan massa pendukung Irwandi
sebagai calon gubernur, dilakukan Partai Aceh dan terkesan dibiarkan. Begitu isi berita yang dimuat Tempointeraktif.com, Jumat 30 Maret 2012 kemarin
Irwandi menegaskan berbagai tindak kekerasan yang terjadi selama ini bukan dilakukan oleh orang yang tidak dikenal. Pelakunya jelas, termasuk yang menimpa tim sukses Irwandi di Lhoksukon, Jumat, 23 Maret 2012.
Saat itu si pelaku dengan garang menunjukkan wajah dan menyatakan siapa
dirinya kepada korban. “Kau lihat muka aku,” ujar Irwandi mengutip
ucapan pelaku kekerasan berdasarkan laporan yang diterimanya.
Namun si
pelaku masih bebas dan tidak ditangkap. ”Kalau seperti ini penegakan
hukum, sangat memalukan negara kita ini,” ucap Irwandi pula.
Irwandi bahkan memaparkan bahwa berbagai tindak kekerasan tersebut bukan terjadi dengan sendirinya melainkan berdasarkan perintah dari atasan. “Ada duduk rapat lagi,” tutur Irwandi.
Irwandi tak menampik adanya pengarahan Menkopolhukam dan Mabes polri bahwa harus bertindak tegas terhadap pelanggar hukum. ”Saat ini belum tegas, tapi entah besok. Kita tidak tahu,” katanya.
Sementara itu, juru bicara Partai Aceh, Fakrurrazi, membantah tindak kekerasan itu dilakukan oleh anggota Partai Aceh. ”Itu bukan dilakukan anggota Partai Aceh, tapi oleh simpatisan Partai Aceh,” katanya.
Fakrurrazi menjelaskan Partai Aceh sudah mengimbau kepada simpatisan dan kader agar tidak bersikap arogan dan anarkistis, serta harus menjaga ketertiban umum.
Fakrurrazi juga mengatakan tindak kekerasan dan arogan pun dilakukan oleh pendukung partai lain. Namun pemberitaan media selalu mengatakan bahwa pelaku tindak kekerasan adalah Partai Aceh.
Irwandi bahkan memaparkan bahwa berbagai tindak kekerasan tersebut bukan terjadi dengan sendirinya melainkan berdasarkan perintah dari atasan. “Ada duduk rapat lagi,” tutur Irwandi.
Irwandi tak menampik adanya pengarahan Menkopolhukam dan Mabes polri bahwa harus bertindak tegas terhadap pelanggar hukum. ”Saat ini belum tegas, tapi entah besok. Kita tidak tahu,” katanya.
Sementara itu, juru bicara Partai Aceh, Fakrurrazi, membantah tindak kekerasan itu dilakukan oleh anggota Partai Aceh. ”Itu bukan dilakukan anggota Partai Aceh, tapi oleh simpatisan Partai Aceh,” katanya.
Fakrurrazi menjelaskan Partai Aceh sudah mengimbau kepada simpatisan dan kader agar tidak bersikap arogan dan anarkistis, serta harus menjaga ketertiban umum.
Fakrurrazi juga mengatakan tindak kekerasan dan arogan pun dilakukan oleh pendukung partai lain. Namun pemberitaan media selalu mengatakan bahwa pelaku tindak kekerasan adalah Partai Aceh.
”Itu adalah strategi
calon lain untuk meraup suara dan itu tidak begitu menarik bagi kami
karena kami sedang menggalang dukungan masyarakat yang semakin hari
makin meningkat terhadap Partai Aceh,” Kata Fakrurrazi.
Hari ini, sebuah mobil operasional tim sukses Irwandi-Muhyan, pukul 12.00 WIB, dilempari di Desa Cot Kreut, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Mobil yang dikemudikan Mulyadi alias si Pe itu dilempari oleh orang yang bersembunyi di balik kebun sawit. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kepolisian dan Koramil setempat sedang menyisir lokasi kejadian. | Sumber TEMPO
Hari ini, sebuah mobil operasional tim sukses Irwandi-Muhyan, pukul 12.00 WIB, dilempari di Desa Cot Kreut, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.
Mobil yang dikemudikan Mulyadi alias si Pe itu dilempari oleh orang yang bersembunyi di balik kebun sawit. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kepolisian dan Koramil setempat sedang menyisir lokasi kejadian. | Sumber TEMPO


0 komentar:
Posting Komentar