Banda Aceh | Acehtraffic.com- Sejak 8 bulan terakhir Masyarakat Aceh disibukkan dengan suksesi kepala daerah. Pada bagian itu pekerjaan disana tentu membutuhkan tim sukses, atau Event Organizer dalam acara yang lain. Rabu 4 April 2012
Dari
ratusan calon kepala daerah baik walikota, bupati, dan gubernur, berbagai macam
tim sukses bermunculan, semua memiliki alasan masing-masing hingga memilih
dekat dan mendukung calon tertentu.
Trafficriset
coba menggambarkan bagaimana model tim sukses yang terjadi belakangan ini. Dari
hasil penelitian sederhana ditemukan model dan modus tertentu dalam hal dukung
mendukung pada musim ini.
Pertama,
ada individu dan perorangan yang bergabung dengan tim sukses kandidat Cuma mengharapkan
uang instant pada setiap acara berlangsung. Namun kerja untuk menmsukseskan
juga tidak.
Kedua,
ada individu yang sengaja menampak –nampakan atau sekedar ditulis nama, dengan
harapan bila kandidat itu menang, bisa melobi sesuatu. Namun bekerja untuk
kemenangan kandidat juga tidak.
Ketiga,
ada Individu yang cuma mensukseskan di meja kopi saja, dengan mengatakan
mendukung kandidat tertentu, tapi kerja yang riil untuk kemenangan kandidat
juga tidak dilakukan.
Ke
Empat, ada Individu atau tim sukses yang tidak bisa masuk kedalam barisan yang
dianggap bakal menang dalam penghelatan ini, memilih menjadi ketua atau tim
sukses dari pasangan kandidat gurem. “Yang lain pun tak ada yang mau biar saya
saja”
Ke
Lima, ada Individu dan tim sukses yang cuma bekerja meyakini secara diri
sendiri, bahwa kandidat dukungannya bakal menang. Dan membatasi orang lain
untuk meng-akses kandidatnya, karena kekhawatiran – suhu | Pengaruh dia, bakal
pudar dengan kehadiran orang lain.
Ke
Enam, Ada Individu atau tim sukses yang Cuma berharap materi dari pasangan ,
dengan cara selalu menyemangati kandidat, bahwa sang idolanya bakal menang. Kerja
untuk memangkan juga sealakadar nya saja.
Ke
Tujuh, ada juga tim sukses yang serius untuk memangkan kandidat walau tanpa
uang, dan tanpa pengetahuan, dan terbatas kemampuan, namun tidak akan belajar sama
orang lain, karena kekhawatiran akan bocor kapasitasnya dan juga ada
kekhawatiran bahwa posisinya tidak berpengaruh lagi. –Bersambung-


0 komentar:
Posting Komentar