Herat | Acehtraffic.com - Setidaknya 15 orang tewas dan 33 lainnya cedera dalam dua serangan bunuh diri yang ditujukan kepada kantor-kantor polisi dan pemerintah di Afghanistan hanya selang beberapa jam Selasa 10 April 2012, kata para pejabat.
Sebelas orang tewas dan 28 lainnya cedera ketika dua penyerang bunuh diri membenturkan sebuah mobil yang mwmbawa bahan peledak ke satu komplkes pemerintah dekat kota Herat, Afghanistan barat, kata kementerian dalam negeri.
Kepala kepolisian provinsi itu Sayed Agha Saqeb mengemukakan kepada wartawan bahwa para pembom itu dikejar polisi ketika mereka meledakkan kendaraan itu di pintu masuk kompleks distrik Guzara di jalan raya dari bandara ke kota itu. "Mobil itu dalam pengawasan kami. Kami dua kali memerintahkan berhenti tetapi mereka tidak mempedulikannya," kata kepala kepolisian itu.
"Ada dua orang di mobil itu, seorang mengenakan burka. Seorang pembom hancur seluruhnya dan mayat yang seorang lagi masih berada di sana dengan rompi bunuh diriya masih ada bom yang tidak meledak."
Mereka yang tewas itu termasuk dua polisi, seorang personil intelijen dan enam warga sipil, kata komandan polisi itu. Hanya beberapa jam kemudian empat polisi tewas ketika tiga pembom bunuh diri meyerang kompleks mereka di provinsi Helmand, kata seorang juru bicara pemerintah lokal.
Dua pembom meledakkan bom yang dililit ditubuh mereka dan orang ketiga ditembak mati oleh polisi yang menjaga kantor-kantor polisi di Musa Qala, pronvinsi itu, kata Daud Ahmadi juru bicara pemerintah provinsi itu kepada AFP. "Tiga penyerang bunuh diri memasuki kompleks polisi di Musa Qala, provinsi Helmand. Dua dari mereka meledakkan bom-bom mereka, seorang ditembak mati oleh polisi," kata Ahmadi kepada AFP.
Kepala kepolisian Abdul Wali dan empat personil lainnya cedera dalam serangan itu. Dalam ledakan bom di Herat, sebagian besar korban adalah warga sipil yang mengunjungi kantor-kantor pemerintah lokal untuk urusan bisnis, kata seorang pejaat.
Seorang wartawan AFP termasuk yang pertama tiba di lokasi itu mengatakan ia melihat mayat-mayat yang tergelatak di antara reruntuhan dan potongan besi dari mobil pembom itu. Seorang saksi mata lainnya mengemukakan kepada ASP bahwa wanita dan anak-anak adir ketika bom itu meledak.
"Segera sebelum leedakan tiu, saya melihat beberapa wanita dan anak-anak di sana. Setelah ledakan bom itu saya melihat 10 orang tergeletak dengan tubuh penuh darah," kata saksi mata itu kepada AFP.
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tu, tetapi bom-bom bunuh diri adalah satu senjata gerilyawan Taliban yang melakukan perang untuk menggulingkan pemerintah Presiden Hamid Karzai yang didukung Barat.
NATO menggelar sekitar 13.000 tentara yang dipimpin AS untuk memerangi pemberontak, yang dimulai ketika pemerintah Taliban Afghanistan digulingkan tidak lama setelah serangan-serangan Al Qaida di New York dan Washington. | AT | AN |


0 komentar:
Posting Komentar