
Peureulak | Acehtraffic.com - Bupati Aceh Timur Muslim Hasballah mengimbau masyarakat di daerahnya agar tidak perlu takut terhadap aksi intimidasi, teror dan ancaman dari pihak yang tidak bertanggungjawab menjelang pilkada, 9 April 2012.
"Jangan takut dengan segala macam bentuk teror, intimidasi dan ancaman yang mungkin bertujuan ingin merusak makna dan tujuan demokrasi di daerah ini," katanya di Peureulak, Aceh Timur, Jumat 9 Maret 2012.
Hal tersebut disampaikan bupati pada apel persiapan menyukseskan pilkada gubernur/wakil gubernur dan 17 pasangan bupati/wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota secara serentak di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
Melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Aceh Timur Syamsul Qamar, bupati menegaskan bahwa pemerintah telah melarang keras berbagai bentuk intimidasi dan teror terhadap masyarakat. Penduduk diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan hati siapa pemimpin ke depan melalui pilkada.
Untuk itu, Muslim Hasballah mengajak masyarakat agar memanfaatkan kesempatan dan menggunakan hak pilihnya pada pilkada sesuai hati nuraninya, sehingga hakikat demokrasi di daerah ini berjalan semestinya. "Pilkada dan pemilu merupakan hak kita sebagai warga negara yang telah diatur dalam Undang Undang Dasar 1945," kata bupati yang juga mantan anggota kombatan GAM itu.
Apel meyukseskan pilkada di lapangan Peureulak itu diikuti jajaran TNI dan Polri, PNS, organisasi kepemudaan dan aparatur pemerintah serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Bupati Aceh Timur juga mengimbau masyarakat tidak perlu takut melaporkan kepada aparat berwajib terhadap para pelaku teror dan intimidasi karena ini adalah negara hukum. "Sejarah mencatat bahwa masyarakat Aceh sejak zaman Sultan Iskandar Muda telah dikenal sebagai penduduk yang menjunjung tinggi dan mentaati hukum sebagaimana tercantum dalam qanun kesultanan tempo dulu," kata dia menjelaskan.
Ia juga mengimbau kepada para kandidat yang bertarung dalam pilkada agar menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat. Sebaliknya tidak menyuguhkan pesan yang justru dapat merusak nilai-nilai berdemokrasi. | AT | AN |

0 komentar:
Posting Komentar