Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Drainase di simpang Kuta Blang Kota Lhokseumawe
sampai detik ini belum selesai dibangun sehingga masyarakat sekitar dan penguna
jalan pun merasa terganggu. Sabtu, 24 Maret 2012. Salah-salah pengguna jalan bisa terjungkal akibat batu pecahan berserakan ditikungan depan rumah sakit Kasih Ibu itu. Dan bila kecelakaan itu terjadi, masyarakat sendiri juga yang menanggung, walaupun kecelakaan masyarakat tersebut diakibatkan oleh pelayanan yang di berikan pemerintah kurang bagus.
Ini menunjukkan betapa mudah masuk dalam bagian pemerintahan, semua berjalan apa adanya, hanya sedikit rasa tanggung jawab, padahal adanya pemerintah hanya untuk melayani kebutuhan masyarakat, terutama yang urgen, salah satunya adalah fasilitas jalan.
Jabatan dan uang di pemerintahan bukan jadi dengan sendirinya. Namun enaknya, masyarakat malas peduli dan kurang mengerti apa fungsi pemerintah, sehingga masyarakat Kota Lhokseumawe yang seharunya sebagai pemiliknya dan penentu arah pembangunan bisa diputarbalikkan se-akan semuanya itu adalah berdasarkan keinginan pemerintah.
Yang kemudian pemerintah melakukan sesuai selera, tanpa beban dengan masyarakat bahwa proyek yang dibangun sangat laaambat selesainya. Sehingga yang bertanggung jawab pemerintahan bisa dengan suka-suka.
Salah seorang pemilik warung
yang berada dilokasi sekitar mengatakan bahwasannya Drainase tersebut sudah dua
bulan terbengkalai, bahkan pernah ada korban jatuh karena drainase tersebut
tidak dibangun.
“Drainase itu sudah
terbengkalai semenjak dua bulan, sehingga pernah jatuh korban karena drainase
itu tidak dibangun”. Ujar M. Nur.
Ia juga menambahkan akibat
tidak dibangunnya drainase tersebut sehingga masyarakat sekitar menderita
penyakit batuk-batuk yang diakibatkan karena debu yang saban hari berterbangan.
Sementara itu, Desi Juliana
salah seorang pengguna jalan kepada reporter The Aceh Traffic mengatakan
bahwasannya dirinya sangat takut melintasi jalan tersebut karena sangat rawan
untuk jatuh.
“Saya sebenarnya takut untuk
melewati simpang itu karena sangat rawan untuk jatuh, akan itu merupakan jalan
pulang jadi walaupun takut ya harus dilewati juga”. Ungkap Desi Juliana.
Terkait hal tersebut, reporter
The Aceh Traffic belum bisa melakukan konfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum [PU]
untuk menanyakan kejelasan akibat terbengkalainya drainase tersebut. Karena nomor yang di hubungi diminta untuk meninggalkan pesan. | AT | AG |


0 komentar:
Posting Komentar