
Acehtraffic.com - Meningkatnya dukungan masyarakat dunia terhadap perjuangan bangsa
Palestina melawan rezim Zionis, tidak bisa dipisahkan dari peran
revolusi Islam Iran dan Imam Khomeini.
Tokoh Lebanon
dan Palestina dalam seminar bertema "Baitul Maqdis, Ibukota Palestina"
yang digelar di Beirut menegaskan peran Imam Khomeini dalam mendukung
perjuangan bangsa Palestina demi membebaskan Baitul Maqdis dari
cengkeraman rezim agresor Israel.
Terkait hal ini,
salah seorang tokoh syiah Lebanon, Sheikh Ahmad Qablan mengatakan, pasca
kemenangan Revolusi Islam Iran, langkah pertama yang ditempuh Imam
Khomeini adalah membentuk front muqawama membela Baitul Maqdis dan
Palestina.
Senada dengan itu, Abu Imad al-Rifai dari
Jihad Islam Palestina mengatakan, "Baitul Maqdis merupakan arena perang
antara kubu muqawama dan agresor Israel. Ditegaskannya, tanpa
perundingan damai, Israel tidak aka bisa melanjutkan pembangunan distrik
ilegal Zionis. Anggota Jihad Islam Palestina itu mengingatkan bahwa
perundingan damai dengan Tel Aviv justru menyebabkan Israel berhasil
merampas sebagian besar wilayah Tepi Barat yang mencapai 75 persen dari
tangan bangsa Palestina. Al-Rafai menyerukan demonstrasi akbar di
seluruh dunia untuk menyatakan pembelaan terhadap Baitul Maqdis.
Berbagai bentuk dukungan publik dunia mulai dari seminar, konferensi
hingga unjuk rasa mendukung Baitul Maqdis di seluruh dunia dalam
beberapa bulan terakhir ini menunjukkan eskalasi solidaritas publik
dunia terhadap Baitul Maqdis.
Gelombang deras dukungan
masyarakat intenasional terhadap Baitul Maqdis menunjukkan bahwa
kedudukan rezim Zionis kian hari semakin terkucil dan terpuruk melebihi
sebelumnya.
Tidak diragukan lagi, meningkatnya
kesadaran publik dunia terhadap kezaliman rezim Zionis atas bangsa
Palestina, dan penistaan yang dilakukan rezim agresor Israel terhadap
Baitul Maqdis tidak bisa dilepaskan dari peran Revolusi Islam Iran.
Revolusi Islam menorehkan lembaran baru di kancah politik dunia dengan
menawarkan kontribusi nilai-nilai Islam di dunia politik. Muqawama
melawan imperialisme dan kolonialisme sebagaimana yang dilakukan bangsa
Palestina dipengaruhi oleh spirit revolusi Islam Iran.
Inisiatif Imam Khomeini menamai awal Agustus 1979 yang merupakan Jumat
akhir bulan Ramadhan dengan nama "Hari Quds Sedunia" merupakan gebrakan
besar dalam perjuangan membela Palestina yang kian hari semakin
meningkat di seluruh dunia. Inisiatif itu kini menjadi gerakan global
yang meningkatkan kesadaran publik dunia, dan keteguhan harapan bangsa
Palestina dalam melawan rezim Zionis.
Sejatinya,
gerakan intifadha Palestina tidak bisa dilepaskan dari peran besar Imam
Khomeini dan Revolusi Islam dalam membela Baitul Maqdis.| AT | Irib |

0 komentar:
Posting Komentar