Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Persediaan
darah di UTD PMI Aceh Utara, Minggu, 18 Maret 2012 kembali berkurang. Pasalnya dalam sehari UTD PMI
itu mengeluarkan 40 hingga 50 kantong darah untuk pasien yang membutuhkan sehingga
darah yang ada terbatas. Kurangnya persediaan darah tidak terlepas dari
kurangnya partisipasi masyarakat untuk meningkatkan donor darah.
Meski sosialisasi telah dilakukan
dengan menyebarkan selebaran serta menjumpai instansi untuk mengkampanyekan
donor darah namun masyarakat masih enggan mendonorkan darahnya lantaran takut
dengan jarum.
“Cuma masih ada kendala
masyarakat kita takut kena jarum, beberapa waktu lalu pada saat saya wawancara
di RRI, ada masyarakat yang mengatakan lebih baik ditembak daripada dijarum,”
ujar Dr. Indra Buana.
Kejadian miris lainnya juga pernah
terjadi ketika orang tuanya sakit dia meminta tolong kepada orang lain mendonorkan
darah untuk orang tuanya, sekilas kita pikir dia sakit sehingga tidak dapat
mendonorkan darahnya ternyata dia tidak berani, takutnya lebih tinggi
dibandingkan pengorbanan untuk orang tuanya.
Direktur UTD PMI Aceh Utara, Dr
Indra Buana mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan donor darah sebagai
life style, “Dalam rangka setiap ada even kalau bisa donor darah menjadi life
style, orang kaya supaya hidup tanpa kolesterol dengan donor darah secara
rutin. Sebenarnya kita memberikan penghargaan setiap 25 hingga 50 kali,
biasanya penghargaan diberikan dalam bentuk piagam dan kita berusaha untuk
memberikan yang lain tergantung kalau ada support. Kalau sudah mencapai 100
kali akan mendapatkan penghargaan lencana dari presiden langsung,” kata Dr
Indra Buana.
Terkait perihal biaya pengganti, Direktur UTD PMI Aceh Utara menerangkan, "Untuk biaya pengganti kalau ke
laboratorium diluar mencapai Rp 800 ribu lebih tetapi karena berdasarkan
instruksi gubernur nomor 28 tahun 2010 kita harus mengeluarkan biaya dengan Rp 250
ribu. Sebenarnya unit doroh darah akan mengalami kerugian itu sebabnya unit
doror darah terutang, kalau tidak ada bantuan daerah unit donor darah bisa
kolap," terang Dr. Indra Buana
Lanjutnya, “Tahun ini belum disubsidi. Kalau
dari pusat Jakarta Rp 300 ribu lebih belum disubsidi, itu kita anggap dengan
standar di unit donor darah pusat. Tapi kalau kita suruh cek ke laboratorium
swasta dengan pemeriksaan yang 5 macam saja itu sudah Rp 800 ribu lebih belum
termasuk kantongnya.”
Bagi pasien Jamkesmas, JKA dan
Askes yang dirawat dirumah sakit yang sudah bekerja sama dengan UTD PMI seperti
rumah sakit PMI, Cut Mutia, dan Kesrem cukup dengan mengisi formulir permintaan
darah tanpa perlu mengeluarkan uang sebesar Rp 250 ribu rupiah.
Namun bagi rumah sakit yang belum
bekerja sama dengan UTD PMI Aceh Utara meski melayani pasien Jamkesmas, JKA dan
Askes pihak pasien yang membutuhkan darah harus membayar biaya pengganti
sebesar Rp 250 ribu rupiah kepada UTD PMI, kemudian si pasiennya menagih
kembali kerumah sakit tempat dia dirawat. Begitu juga dengan pasien Jampersal
dari RSUD Cut Mutia di UTD PMI Aceh Utara. | AT | HR |

0 komentar:
Posting Komentar