Aceh Utara | Acehtraffic.com - Sekitar pukul 19.00
WIB pada, Jum,at 17 Maret 2012 tujuh
personil Tim ses Irwandi-Muhyan dengan mengendarai sebuah mobil Avanza dari Krueng Mane menuju Matang Kuli.
Ketika sampai dikota Lhokseumawe, tiga diantaranya
turun menuju kantor Center Seuramo Irwandi – Muhyan Kabupaten Aceh Utara di
simpang Selat Malaka.
Sisanya 4 orang lagi menuju desa Reungkam Kecamatan Pirak Timu
dan singgah kerumah geuchik desa Reungkam
untuk melapor bahwa mereka pulang kampung untuk bermalam sebentar.
Dirumah geuchik terdapat seorang rakan [OTK] dan mengatakan
kepada M. Saidi yang mengendarai mobil Timses Irwandi Muhyan.
“Moto
droe hana mangat dikalon rakan-rakan laen, meunyoe memang koen droe yang ba
moto nyoe ka lon geutie
bak punyung. (Mobil yang anda bawa tidak enak dilihat oleh
kawan-kawan lain, kalo memang bukan kamu yang bawa, sudah saya xxxx.
Mendengar ucapan tak sedap tersebut M. Saidi lantas
segera menjawab, “Lon pakon teuma, lon wajar kuba motoe nyoe sebab lon ureung
seuramoe,
ureung kerja.” (Kalo saya kenapa?, saya kan wajar bawa mobil itu,
karena saya orang Seuramoe Irwandi)
Setelah keluar dari rumah Geuchik, M. Saidi bersama
ketiga personil timses Irwandi-Muhyan
menuju rumah Sekdes dan mereka dibuntuti oleh rakan itu.
Kemudian rakan tersebut bertanya kepada Saidi,
“padup droe yang woe keunoe malam nyoe, (berapa orang yang pulang kesini malam ini” tanya rakan itu.
Kemudian Saidi menjawab, “4 droe.” (4 Orang) Rakan itu kembali bertanya, “dua droe teuk pat ? (dua
orang lagi mana).”
“na lam motoe (ada
dalam mobil),”
jawab Saidi.
Saidi ditemani Hendra turun dari mobil menuju kerumah
sekdes, dia sudah mulai curiga melihat tingkah laku rakan itu.
Sementara dua personil Irwandi Muhyan lainnya, Munandar
dan Safarrudin berada didalam mobil. Kaca mobil belakang dibiarkan terbuka
untuk memastikan bahwa didalam mobil ada orang.
Karena dari tadi perasaan Saidi tidak enak akan
terjadi sesuatu, dia meminta kepada Hendra, Munandar dan Safarurrudin agar
pulang kerumah mereka masing-masing.
Sekitar pukul 22.00 WIB malam masih dihari yang sama
Saidi menelpon Munandar untuk pergi ke kedai, mereka duduk dikedai hingga pukul
01.00 WIB dini hari, Sabtu, 18 Maret 2012.
Karena perasaan Saidi tidak enak dia memanggil
Hendra dan mengatakan, “dra, tanyoe malam nyoe bakal na kejadian (Dra
kita malam ini bakal ada kejadian).”
Karena sekitar pukul 00.50 WIB dini hari rakan itu
datang seorang diri mengendarai sepeda motor Scorpio ke kedai tersebut
memperhatikan mereka.
Sekitar lima menit kemudian personil timses Irwandi
Muhyan itu kembali kerumah masing-masing, sementara Hendra menginap dirumah M.
Saidi.
Karena sudah curiga dan waspada akan menjadi target malam
itu, Sabtu, 17 Maret 2012 M. Saidi dan Hendra tidak langsung tidur, karena kelelahan mereka sempat
tertidur untuk beberapa saat.
Tidak lama kemudian sekitar pukul 03.00 WIB dini
hari Hendra membangunkan M. Saidi karena mendengar suara sepeda motor.
Lalu dari balik jendela Hendra melihat kepulan asap berasal
dari mobil yang diparkir didepan rumah M. Saidi, Hendra segera membangunkan M.
Saidi.
Ketika mereka keluar untuk memeriksa kondisi mobil
mereka, bagian kanan mobil timses Irwandi Muhyan rusak parah, kedua ban yang
berada disebelah kanan juga ikut pecah.
Dilokasi kejadian dtemukan sebuah
jerigen minyak berwarna merah ukuran 5 liter yang menyisakan 1,5 liter minyak dan
sepasang sandal bermerek New Era dengan nomor sandal ukuran 38.
Menurut keterangan saksi pemuda gampong, pelaku
berjumlah 2 orang mengendarai sebuah sepeda motor skuter
matic jenis
Suzuki SPIN. Saat ini mobil Timses Irwandi – Muhyan berada di Polres Lhoksukon.
Ketua tim advokasi Seuramoe Irwandi-Muhyan,
Habibilah mengharapkan pihak
kepolisian untuk secepatnya mengungkap kasus ini. Kami juga menginstruksikan kepada seluruh
timses Irwandi Muhyan di wilayah Aceh utara agar tidak terprovokasi dengan
insiden ini.”
Lanjutnya, “dan sebagaimana yang di instruksikan
Irwandi bahwa didalam berpolitik kali ini Timsesnya harus mengedepankan etika dan harus berpolitik
dengan santun.
Artinya setelah masalah ini kita serahkan kepada
pihak kepolisian kita terus memantau kinerja ini agar cepat terungkap dan menerangkan seterang-terangnya kepada
masyarakat agar proses demokrasi di Aceh berjalan lancar, sehingga masyarakat Aceh tidak
merasa terintimidasi ketika menjelang pilkada nantinya,”Ujar Habibilah ketua
Tim Advokasi Seuramoe Irwandi – Muhyan untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara. | AT
| HR |
Keterangan :
Hantu adalah makluk halus yang kadang nampak kadang
tidak tapi menakutkan, dan biasanya Hantu menjalankan aksinya pada malam hari. Kata Hantu disini juga menunjukkan karena pelaku belum
terungkap dan belum dikenali berdasarkan keterangan pihak berwenang dan belum di publikasikan secara resmi oleh pihak kepolisian.

0 komentar:
Posting Komentar