Jakarta - Hasil sementara pemilihan umum parlemen Iran diumumkan pada Sabtu, 3 Maret 2012. Media Iran melaporkan kubu pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, memimpin hasil perebutan kursi.
Penyelenggara menunda penutupan pemilu memperebutkan 290 kursi tersebut selama lima jam pada Jumat, 2 Maret 2012.
Penyelenggara menunda penutupan pemilu memperebutkan 290 kursi tersebut selama lima jam pada Jumat, 2 Maret 2012.
Penundaan bertujuan memberi kesempatan bagi masyarakat yang belum memberikan suara. Pemungutan suara ditutup pukul 23.00 waktu setempat.
Para pemimpin oposisi menyerukan pemilu mengatasnamakan keamanan negara. Sedangkan reformis mendorong pemboikotan pemilu terkait tudingan kecurangan kubu Khamenei pada Pemilu 2009.
Tidak ada lembaga analisis independen lokal yang memantau pemilu ini. Sebaliknya, lembaga asing yang memonitor pemilu menganggap pemungutan suara adalah hal yang tidak berguna.
Hasil penghitungan akhir akan diumumkan dalam tiga hari. Ayatollah Khamenei diprediksi meraih kemenangan besar. Beberapa media bahkan melaporkan pesaing Ahmadinejad ini unggul di sejumlah konstituen.
Parvin Ahmadinejad, adik perempuan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, harus menahan malu karena kalah suara di kota kelahirannya di Garmsar. Mohamadreza Khatami, tokoh pro-reformasi, mempertahankan suaranya di kota kelahiran mantan Presiden Mohammad Khatami. Ali Larijani, yang masih menjabat sebagai juru bicara parlemen, meraih dukungan di Kota Qom.
Hasil pemungutan suara di kota-kota besar, termasuk di Kota Teheran, belum diumumkan.
Iran kini dihadapkan dengan persaingan dua kubu yang semakin memanas di tengah kondisi perekonomian yang tertekan akibat embargo Barat terhadap minyak Iran.
Para pemimpin oposisi menyerukan pemilu mengatasnamakan keamanan negara. Sedangkan reformis mendorong pemboikotan pemilu terkait tudingan kecurangan kubu Khamenei pada Pemilu 2009.
Tidak ada lembaga analisis independen lokal yang memantau pemilu ini. Sebaliknya, lembaga asing yang memonitor pemilu menganggap pemungutan suara adalah hal yang tidak berguna.
Hasil penghitungan akhir akan diumumkan dalam tiga hari. Ayatollah Khamenei diprediksi meraih kemenangan besar. Beberapa media bahkan melaporkan pesaing Ahmadinejad ini unggul di sejumlah konstituen.
Parvin Ahmadinejad, adik perempuan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, harus menahan malu karena kalah suara di kota kelahirannya di Garmsar. Mohamadreza Khatami, tokoh pro-reformasi, mempertahankan suaranya di kota kelahiran mantan Presiden Mohammad Khatami. Ali Larijani, yang masih menjabat sebagai juru bicara parlemen, meraih dukungan di Kota Qom.
Hasil pemungutan suara di kota-kota besar, termasuk di Kota Teheran, belum diumumkan.
Iran kini dihadapkan dengan persaingan dua kubu yang semakin memanas di tengah kondisi perekonomian yang tertekan akibat embargo Barat terhadap minyak Iran.
Analis berpendapat, apabila di parlemen tidak ada kubu reformis, maka hanya akan ada kontes kubu konservatif Khamenei melawan front perlawanan Ahmadinejad. | Tempo.co


0 komentar:
Posting Komentar