News Update :

Hasil Pemilu Iran, Pukulan Telak Ahmadinejad

Sabtu, 03 Maret 2012

Jakarta - Partai rival lama Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Partai Konservatif, sementara ini unggul dalam pemilihan umum parlemen pertama.

 Lebih memalukan lagi, pukulan datang ketika adik perempuan Ahmadinejad, Parvin, kalah dalam perebutan kursi di kampung halamannya, di Garmsar, pada Sabtu 3 Maret 2012.

Hasil tersebut menunjukkan Ahmadinejad menghadapi banyak tentangan dari parlemen dalam dua tahun terakhir. Pemilu yang dimulai sejak Jumat 2 Maret 2012 ini, disebut sebagai pemilihan terpanas sejak 2009.

Instansi berwenang Iran menghadapi situasi sulit, dimana negara tersebut membutuhkan persatuan yang kuat dalam menopang ekonominya. Iran menghadapi masalah perekonomian akibat embargo Barat terhadap minyak Iran.

Stasiun TV milik Pemerintah Iran, pada Jumat pagi waktu setempat, menayangkan ratusan orang yang mengantre di tempat pemungutan suara. Ini pemilu paling sensitif dalam sejarah Republik Islam tersebut.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameni, yang memiliki otoritas tertinggi di Iran, menghadapi tentangan pemrotes yang mencurigainya melakukan kecurangan pada pemilu 2009. Ayatollah, dalam pemilu kemarin memberikan suaranya pada pagi hari sebelum para peliput berdatangan.

“Setiap kali ada kubu yang bermusuhan, pemilu menjadi semakin panas,” ujar Khamenei. “Kekuatan arogan yang menyerang kita, semakin membuat kita mempertahankan harga diri”, ia menambahkan.

Para pendukung Khamenei menegaskan bahwa dengan berpartisipasi dalam pemilu, sama halnya menjalankan keajiban Agama Islam. Mereka menyamakannya dengan ibadah Salat Lima Waktu.

Dengan adanya ketidkpuasan di masyarakat dan tekanan dunia internasional, menjadi ujian tersendiri bagi Ahmadinejad.

Beberapa tahun terakhir, kelompok oposisi Iran dilarang mengikuti pemilu karena adanya tuduhan pemboikotan suara di daerah pemilihan. Para aktivis melakukan gerakan hijau (green movement) di situs media sosial untuk mendukung oposisi dan mempermalukan pemerintah yang berkuasa. Salah satu slogannya menyerukan, “Saya tidak akan memilih”.

Beberapa politisi Iran berafiliasi dengan kelompok oposisi, termasuk dua mantan presiden, Mohammad Khatami dan Akbar Hashemi Rafsanjani. Namun beberapa pihak menyebut, mereka terpaksa bergabung dengan oposisi.

Seorang pendukung opisisi yang menolak disebutkan namanya, mengatakan, ia selalu berpartisipasi dalam pemilu dengan harapan adanya reformasi. “Namun kini lebih baik say tinggal di rumah ketimbang memberikan suara,” ujarnya mengungkapkan kekecewaan.

Human Right Watch (HRW), organisasi hak asasi manusia yang berbasis di New York, yang memantau pemilu Iran mengatakan, pemilu yang terbuka dan berimbang tidak mungkin berlangsung di Iran. “Pemilu parlemen Iran tidak adil karena adanya penahanan pada sejumlah pemimpin oposisi dan banyaknya pihak yang tidak berpartisipasi dalam pemilu,” pihak HRW mengatakan.

Pemimpin oposisi Iran, Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi, menjadi tahanan rumah sejak Februari 2011. |GUARDIAN | SATWIKA MOVEMENTI | TEMPO

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016