Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Terkait maraknya aksi kekerasan
menjelang pilkada 9 April 2012 nanti, mantan wakil gubernur Aceh Muhammad Nazar menyerahkan semuanya kepada
polisi dan menurutnya polisi harus berani, “Itu kita kembalikan kepada polisi. Polisi
harus kuatlah, harus berani untuk mengamankan situasi. Kita ingin pemilukada di
Aceh ini berjalan lebih baik dari pemilu 2009 yang penuh dengan intimidasi. Kita
ingin intimidasinya harus hilang atau minimal benar-benar kuranglah jangan ada
lagi intimidasi,” ujar Nazar.
Lanjutnya, “Oleh karena itu dalam
konteks pilkada polisi harus kuat, panwas harus kuat dan KIP harus kuat jika
tidak rakyat akan teraniaya. Dan jika rakyat masih teraniaya dan masih bisa dibodoh-bodohin,
kapan mereka memiliki pemimpin yang layak yang sehat. Nanti kita salahkan orang
lain lagi,” jelas Nazar.
“Uang Aceh banyak, bagaimana
kalau orang yang tidak mampu menggunakan uang kemudian memimpin daerah tidak
tahu apa-apa tidak punya pengalaman inikan masalah. Dan kita selalu
berkomunikasi dengan polisi harus kuat harus berani dan tidak boleh ragu-ragu
untuk melakukan langkah-langkah pencegahan maupun langkah hukum yang tegas,”
papar M. Nazar. | AT | HR |

0 komentar:
Posting Komentar