Jakarta | Acehtraffic.com - Nur Hasyim, adik kandung terdakwa kasus wisma atlet M Nazaruddin,
memberikan kesaksian meringankan bagi kakaknya di Pengadilan Tindak
Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Rabu 7 Maret 2012. Dalam kesaksiannya,
Hasyim menyebut ada uang sekitar Rp105 miliar untuk memenangkan Anas
Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
"Sebelum Kongres Demokrat di Bandung sudah ada uang Rp70 miliar, diantar ke Senayan City untuk kepentingan Pak Anas menjadi Ketua Umum Demokrat," kata Hasyim saat mendapat pertanyaan dari pengacara Nazar yang juga politisi Partai Hanura, Elza Syarie.
Hasyim melanjutkan bahwa uang Rp70 miliar itu diantar sebelum kongres digelar. Saat kongres berlangsung, ada lagi dana digelontorkan dari perusahaan sebesar Rp35 miliar.
"Saat mengeluarkan uang Rp35 miliar saya tahu, sisanya diketahui oleh Bu Yulianis," kata Hasyim. Dalam kesaksiannya, Hasyim menyebut ada rekan Anas yang menerima dana itu bernama Mahfud. "Uang dibawa ke Bandung untuk kemenangan Pak Anas."
"Sebelum Kongres Demokrat di Bandung sudah ada uang Rp70 miliar, diantar ke Senayan City untuk kepentingan Pak Anas menjadi Ketua Umum Demokrat," kata Hasyim saat mendapat pertanyaan dari pengacara Nazar yang juga politisi Partai Hanura, Elza Syarie.
Hasyim melanjutkan bahwa uang Rp70 miliar itu diantar sebelum kongres digelar. Saat kongres berlangsung, ada lagi dana digelontorkan dari perusahaan sebesar Rp35 miliar.
"Saat mengeluarkan uang Rp35 miliar saya tahu, sisanya diketahui oleh Bu Yulianis," kata Hasyim. Dalam kesaksiannya, Hasyim menyebut ada rekan Anas yang menerima dana itu bernama Mahfud. "Uang dibawa ke Bandung untuk kemenangan Pak Anas."
Hasyim mengaku menjadi salah satu pimpinan PT Anugerah Nusantara.
Pimpinan perusahaan itu, katanya, adalah Anas Urbaningrum, dirinya,
Nazaruddin, dan Yulianis. "Waktu itu PT Anugerah pimpinannya Pak Anas.
Yang memimpin rapat Pak Anas. Kami melaksanakan berdasarkan perintah
beliau (Anas)," kata Hasyim.
Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, sudah berkali-kali
membantah semua keterangan Nazaruddin dan saksi-saksi yang meringankan
Nazar lainnya. Anas menilai ada pihak yang berada di balik
tudingan-tudingan itu.
"Itu kebohongan yang diorkestrasi. Saya tahu yang dinyatakan sudah disiapkan. Kebohongan itu sengaja menyerang dan menyudutkan saya," kata Anas di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.
Siapa komposer di balik tudingan itu? "Saya tidak perlu sebutkan. Anda pasti tahu," ujarnya. Anas pun menegaskan, semua kesaksian itu palsu. "Palsu bin bohong bin palsu lagi," kata Anas.| AT | VV |
"Itu kebohongan yang diorkestrasi. Saya tahu yang dinyatakan sudah disiapkan. Kebohongan itu sengaja menyerang dan menyudutkan saya," kata Anas di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012.
Siapa komposer di balik tudingan itu? "Saya tidak perlu sebutkan. Anda pasti tahu," ujarnya. Anas pun menegaskan, semua kesaksian itu palsu. "Palsu bin bohong bin palsu lagi," kata Anas.| AT | VV |


0 komentar:
Posting Komentar