Sawang |
Acehtraffic.com – Polres Lhokseumawe yang di back up oleh Densus 88 hari ini,
Jum’at, 3 Februari 2012 sekitar pukul 07.00 WIB kembali melakukan penggrebekan di
dua rumah, yakni rumah seorang janda bernama Ainol Marziah [54] dan rumah milik Sofyan [29] keduanya
berada didusun Alue Seuke Gampong Teupin Reusep Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh
Utara. Pada saat penggrebekan, kedua rumah tersebut dalam keadan
kosong dengan pintu terkunci.
Ainol Marziah [54]
adalah ibu dari Wila, sedangkan Sofyan [29] merupakan kakak kandung Mukhlis. Seperti
yang diberitakan sebelumnya Wila dan Mukhlis menjadi buron terkait pelaku
penembakan gudang BBM sub kontraktor Zaratex NV di Gle Dagang Jum'at 23 Desember 2011.
Pengejaran yang belum berbuah hasil itu membuat polisi berpakaian preman ini kembali menggrebek rumah ibu Wila dan adik kandung Mukhlis setelah sebelumnya, Jum’at 20 Januari 2012. Akibatnya pintu depan dan belakang rumah tersebut rusak, dari dalam rumah seluruh isi diserakkan kelantai, plafon dan atap rumah juga ikut dirusak.
Pengejaran yang belum berbuah hasil itu membuat polisi berpakaian preman ini kembali menggrebek rumah ibu Wila dan adik kandung Mukhlis setelah sebelumnya, Jum’at 20 Januari 2012. Akibatnya pintu depan dan belakang rumah tersebut rusak, dari dalam rumah seluruh isi diserakkan kelantai, plafon dan atap rumah juga ikut dirusak.
Usai menggrebek keenam
personil polisi asli Aceh ini duduk disebuah warung yang ditutup oleh
pemiliknya yang tidak jauh dari tempat penggrebekan tepatnya persis didepan rumah
Sofyan. Aparat keamanan berpakaian preman
ini menghabiskan waktunya dengan bermain kartu didepan warung tersebut. Bahkan ketika tiba waktu shalat Jum'at mereka tidak beranjak dari warung itu.
Kemudian setelah shalat
Jum’at selesai dengan mengendarai mobil double cabin berisikan 6 personil
polisi, mereka terus melakukan pencarian di seluruh desa yang berada di Kecamatan Sawang.
Pukul 16.35 kami sampai
ke dusun Alue Mudek gampong Teupin Reusep, polisi yang berpakaian preman
terlihat sedang duduk di pos kamling gampong tersebut. Ketika melihat reporter
acehtraffic.com datang mereka lansung memanggil dan menanyakan tujuan kami,
kami lansung menjawab bahwa kami mau meliput kondisi terakir di Alue Seuke yang
menjadi target operasi polisi dengan menunjukkan kartu pers.
Sempat terjadi
ketegangan antara kami dengan polisi itu karena kesan yang disampaikan seakan
ingin menghalang-halangi kami ketika hendak meliput, mereka juga meminta kami
agar tidak merekam dan mengambil foto polisi itu. Setelah hampir setengah jam
akhirnya kami dipersilahkan menuju desa tersebut.
Menurut Mukhlis dia sangat menyayangkan dengan aksi polisi yang melakukan penggerebekan begitu saja, aksi yang mendapat perhatian masyarakat itu membuat kondisi makin kacau, masyarakat tambah trauma. "ken yang salah mantong yang diseutot, yang laen pih diboet [bukan yang salah saja yang dicari, tetapi masyarakat yang tidak salah juga di angkat paksa]."
Dia berharap agar polisi sedikit bisa santun dan menjaga hubungan dengan masyarakat dalam melakukan operasi, "kalau sudah begini masyarakat sudah takut, apalagi untuk dimintai keterangan mereka tidak akan bersedia karena dari awal polisi telah bersikap represif.
Nuansa yang kami rasakan
jauh berbeda dari hari pertama kami meliput didesa itu. Ketegangan bercampur
ketakutan memang masih terlihat di wajah para penduduk desa ini, namun mereka
tidak cemas lagi ketika kami [Pers] datang. Raut wajah mereka perlahan mulai
menampakkan senyumannya saat kami menanyakan keadaan warga saat dan setelah
penggrebekan.
Namun tiba-tiba warga tersontak kaget ketika buah pinang jatuh dari pohonnya mengenai seng rumah warga, setelah itu kami pun tenggelam dalam tawa menertawai kekonyolan kami yang masih trauma. "Situek rhet tapike su beude" kata seorang warga. | AT | HR | IS |
Namun tiba-tiba warga tersontak kaget ketika buah pinang jatuh dari pohonnya mengenai seng rumah warga, setelah itu kami pun tenggelam dalam tawa menertawai kekonyolan kami yang masih trauma. "Situek rhet tapike su beude" kata seorang warga. | AT | HR | IS |

0 komentar:
Posting Komentar