
Ankara | Acehtraffic.com - Turki menolak sanksi-sanksi yang diprakarsai Amerika Serikat terhadap Iran dan menilai langkah itu tidak efektif. Ankara juga memperingatkan bahwa setiap serangan militer terhadap Republik Islam Iran akan membuat bencana di kawasan.
Dalam konferensi pers pada Jumat (10/2), Menteri Luar Negeri Ahmed Davutoglu mengatakan bahwa Turki meminta untuk mengabaikan sanksi-sanksi baru AS terhadap Iran karena embargo itu akan mempengaruhi ekonomi Turki.
"Turki tergantung pada gas Iran dan Rusia untuk memenuhi kebutuhan energinya," tambahnya.
Negara ini juga mengimpor sejumlah besar minyak Iran bagi perusahaan petrokimia terbesarnya Tupras, di mana perusahaan ini mengoperasikan empat kilang dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 28,1 juta ton per tahun.
Menteri Turki juga memperingatkan tentang dampak penyerangan terhadap Iran.
"Saya mengatakan kepada anda, serangan militer adalah sebuah bencana. Seharusnya tidak menjadi sebuah pilihan, " kata Davutoglu dalam sebuah pertemuan di Pusat Studi-studi Internasional dan strategis, sebuah kelompok pemikir di Washington, pada Jumat.
Menlu Turki mereaksi laporan soal Israel dan para pejabat AS yang tidak mengesampingkan opsi militer terhadap situs nuklir Iran.
"Ankaratidak ingin melihat konflik lain di kawasan dan tidak akan pernah mendukung itu," imbuhnya.
Barat telah meningkatkan sanksi terhadap Iran sebagai retorika perang AS dan Israel terhadap negara ini. Bahkan baru-baru ini, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta dilaporkan mengatakan bahwa ada kemungkinan kuat Israel akan melancarkan serangan terhadap Iran pada bulan April, Mei, atau Juni 2012.
AS, Israel, dan sekutunya di Barat menuduh Iran mengembangkan program nuklirnya untuk tujuan militer. Mereka menggunakan tuduhan ini sebagai dalih untuk meyakinkan Dewan Keamanan PBB memberlakukan empat babak sanksi terhadap Iran.
Namun Iran telah menepis tuduhan tersebut. Para pejabat Tehran mengatakan, Iran sebagai negara anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan penandatangan Perjanjian Non Proliferasi Nuklir (NPT). (*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar