News Update :

Tarmizi Karim Geuclik Meu Euot-Euot Saat Penyambutan Sebagai PJ Gubernur

Jumat, 10 Februari 2012

Banda Aceh | Acehtraffic.com- Penjabat gubernur Aceh, Tarmizi A Karim dan Ny Inayati tak sanggup menahan haru, air matanya menetes membasahi pipi keduanya saat duduk di atas pelaminan "kehormatan" dalam sebuah upacara adat penyambutan di Banda Aceh.

Rasa haru itu tak terbendung ketika Tarmizi Karim mendapat sambutan ratusan tokoh masyarakat, ulama, pejabat dan pemuda saat kepulangan pertama sebagai  penjabat gubernur Aceh sejak dari bandara Sultan Iskandar Muda hinga ke pendopo "kebesaran" gubernur di Banda Aceh, Jumat 10 Februari 2012.

Di atas pelaminan "kebesaran" yang dominan warna kuning dan merah itu Tarmizi yang "bersanding" dengan isterinya, Inayati "dipeusijuk" (tepungtwari) pimpinan Majelis Adat Aceh (MAA) Tgk Badruzzaman dan tokoh ulama di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Tarmizi Karim memang tak asing bagi masyarakat Aceh, khususnya di pesisir timur provinsi tersebut, sebab suami Inayati itu tidak hanya dikenal sebagai mantan bupati Aceh Utara tapi juga piawai dalam menyampaikan khutbah.

Tidak heran, jika kepulangannya pertama ke Aceh sejak dilantik Menteri Dalam Negeri sebagai penjabat gubernur Aceh pada 8 Februari 2012, Tarmizi Karim juga didaulat menjadi khatib pada shalat jumat di Masjid Raya Baiturraman.

Dengan suara terbata-bata saat menyampaikan sambutan pada upacara "peusijuk", Tarmizi Karim menyatakan bahwa tepungtawari dalam adat Aceh dilakukan dengan berbagai tujuan.

"Peusijuk ada untuk mendapatkan keberuntungan atau lepas dari mara bahaya, pelepasan atau kembalinya jamaah haji. Peusijuk juga ada dalam adat perkawinan, dan sunat Rasul," kata Tarmizi Karim.

Dan salah satu yang terpenting dalam tradisi "peusijuk" hari ini adalah menyambut  tamu dan sekaligus mendoakan sang tamu agar sukses dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang dianggap mulia menurut adat Aceh, kata dia.

"Saya kira peusijuek kami dapatkan  hari ini adalah yang terakhir saya sebutkan tadi. Sebagai putra Aceh, kami bangga dengan sambutan adat, sekaligus berharap doa  restu dari segenap  masyarakat agar kami bisa menjalankan tugas-tugas  Pemerintah Aceh dengan baik selama masa transisi," kata Tarmizi.

Anggaran Aceh 8,9 Trilyun

Selasa, 31 Januari  2012 DPR Aceh akhirnya menetapkan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) menjadi Perda APBA Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2012 sebesar Rp.8,9 triliun pada sidang Paripurna, Selasa 31 Januari 2012. 

Sebelumnya pada Nota Keuangan RAPBA 2012 yang disampaikan Gubernur Aceh awal pekan lalu, eksekutif mengusulkan anggaran senilai Rp.8.668.550.260.124, namun saat pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRA, meningkat menjadi Rp. 8.998.550.260.125. 

RAPBA 2012 dikirim ke Mendagri guna dikoreksi. Dan jika disetujui semua maka Ir.Tarmizi A Karim selaku PJ Gubernur akan mengelola dana sebesar Rp. 8.998.550.260.125 pada tahun 2012. | Antara | BBS

Arti Bahasa : Geuklik  artinya  Menangis. Dalam kehidupan masyarakat Aceh sering orang menyebutkan bahwa “Kiek–Kliek Ureung Meukawen, Khem-Khem Ureung Geukoh Boh (Nangis-Nangis orang menikah, Ketawa –ketawa orang disunat ) artinya nangis di sini mengartikan bahagia.
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016