Subulussalam | Acehtraffic.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Subulussalam, Rabu, 1 Februari 2012, sore tadi membawa petaka bagi Zulkifli (25), penduduk Jalan Sultan Daulat, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
Pemuda yang sehari-hari bekerja di Kantor Kesbangpol dan Linmas Kota Subulussalam itu kritis akibat disambar petir saat sedang mengendarai sepeda motornya di Jalan Pertemuan.
![]() |
| Zulkifli (25), penduduk Jalan Sultan Daulat, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam yang disambar petir sedang dilumuri lumpur oleh warga guna mengurangi rasa sakit di tubuhnya. (Photo: Serambi Indonesia/Khalidin) |
Salah seorang saksi mata, Medan Rayali (33) kepada Serambi mengatakan, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 16.40 WIB ketika hujan deras mengguyur Subulussalam.
Saat kejadian, korban tengah mengendarai sepmor dari arah Jalan Teuku Umar menuju Jalan Malikussaleh. Namun ketika sedang melintas di Jalan Pertemuan, menjelang Kantor DPRK Subulussalam tiba-tiba petir menyambar korban.
Melihat kejadian tersebut, Medan bersama sejumlah warga langsung mengejar memberikan pertolongan dengan melumpuri tubuh korban ke halaman rumah penduduk setempat. Tubuh korban pun dilumuri dengan lumpur. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan rasa panas yang menyengat tubuh korban akibat sambaran petir.
Berdasarkan catatan Serambinews.com, Kota Subulussalam merupakan daerah rawan petir. Pasalnya, setiap hujan turun di daerah ini selalu diwarnai sambaran petir yang menggelegar dan kilat yang menyala-nyala.
Petir tak hanya merusak barang-barang elektronik masyarakat namun tak jarang menyambar manusia. Bahkan, dua bulan lalu, lima warga di Desa Sikerabang, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam juga terluka akibat disambar petir. Selain sambaran petir, hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Subulussalam diwarnai dengan turunnya butiran es sebesar kerikil.
Angin kencang dan sambaran petir yang menggelegar membuat sejumlah warga takut keluar rumah. Seperti diutarakan Ny.Lina, warga Jalan Pertemuan, mengatakan, pada awalnya hujan turun biasa.
"Saya pikir ada yang lembar batu krikil taunya turun hujan es,” kata Lina (*) | Tribunnews.com


0 komentar:
Posting Komentar