Kairo | Acehtraffic.com - Universitas Suez Canal di kota Ismailiya -
Mesir [sekitar 100 km arah timur kota Kairo] hari Minggu, 5 Februari 2012,
secara resmi membuka pusat studi Indonesia [PSI] Pembukaan PSI itu ditandai
dengan pemukulan gong oleh Dubes RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, dan Rektor
Universitas Suez Canal Prof. Dr. Ahmed Mohammedein.
PSI mempunyai beberapa program,
diantaranya: Kursus Bahasa Indonesia, Perpustakaan, Café baca, Pemutaran Film
Indonesia, Café Budaya, Dapur Indonesia, Mengadakan seminar tentang Indonesia,
Memberikan Konsultasi dan bimbingan akademik untuk mahasiswa yang akan meneliti
tentang Indonesia.
Dubes Nufaizi, hubungan
Indonesia-Mesir telah melewati sejarah cukup panjang, sehingga perlu
dikembangkan dari sekedar hubungan yang bersifat emosional ke dalam aksi nyata
yang memberikan manfaat besar bagi kedua n egara. Rektor universitas Suez Canal,
Mohammedein mengatakan, pendirian PSI ini menunjukkan langkah riil bahwa
Indonesia memberikan perhatian khusus bagi sahabat setianya [Mesir].
Atase Pendidikan KBRI Kairo,
Prof, Sangidu, PSI pekan depan dapat dimulai dengan beberapa program pelajaran,
yaitu kursus Bahasa Indonesia dan pengenalan budaya nusantara, serta akan
dilengkapi dengan perpustakaan literatur buku-buku tentang Indonesia.
Seperti diketahui, kerjasama
bidang pendidikan antara Universitas Suez Canal dengan Universitas Indonesia sudah
berjalan sejak tahun 2005.
Program dan kerjasama yang
terlaksana antara Universitas Suez Canal dengan beberapa universitas Indonesia
di antaranya Shortcourse untuk mahasiswa S2 dan S3 [UGM dan UNS], Bimbingan
tesis dan disertasi [UGM dan UNS], Rintisan double degree [UGM], Pelatihan
bahasa Arab bagi para pengajar bahasa arab [UNS, IAIN Surabaya, UGM].
Selain itu, Join riset antara
Universitas Suez Kanal dan UNS [Universitas Sebelas Maret], Kursus bahasa
Indonesia untuk mahasiswa Universitas Suez Canal, Beasiswa KNB [Kemitraan
Negara Berkembang] untuk mahasiswa S2 Mesir, Dream program untuk mengunjungi
UGM, Belajar Bahasa Indonesia melalui program Darmasiswa untuk mahasiswa Mesir
selama setahun di Indonesia. | Kompas |


0 komentar:
Posting Komentar