The Aceh Traffic Media |
- »

Photo Terbaru Suku Terasing Indian Kembali Dirilis

Thursday, February 2, 2012

Share berita ini :

Lhokseumawe | Acehtraffic.com - Lembaga Survival International kembali merilis photo close-up bangsa terasing suku Indian, pada hari Selasa, 31 Januari 2012, persis setahun setelah gambar video dari Brazil yang membuat dunia jadi heran.

Menurut laporan Survival International, Foto-foto terbaru itu yang diambil di sebelah tenggara Peru yang menunjukkan sebuah keluarga terasing dari suku Mashco-Piro.
Gambar suku terasing Indian tampak lebih dekat dari pada photo yang pernah diambil sebelumnya, 
Selasa, 31 Januari 2012 (Photo: D.Cortijo/uncontactedtribes.org)
Suku Mashco-Piro yang diketahui menghuni Taman Nasional Manu, telah mengalami peningkatan jumlah mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa, kesalahan penebangan liar di berbagai lokasi dan sekitar taman nasional serta helikopter yang terbang rendah dari lokasi proyek minyak dan gas terdekat telah menggusur paksa suku Indian dari rumah hutan mereka.
Pria suku Mashco-Pico sedang memegang pisau kayu yang ujungnya terpasang gigi  Kapibara 
 (Photo: D.Cortijo/uncontactedtribes.org)  
Suku Mashco-Piro merupakan salah satu dari sekitar 100 suku terasing di dunia.

Sebelumnya pada tahun lalu, Survival merilis gambar photo yang diambil dari udara mengenai penampakan komunitas terasing dari suku Indian di lembah Amazon, Brazil yang kemudian dilaporkan secara meluas. 
Namun sekarang photo yang diambil lebih detail dari yang pernah direkam sebelumnya. 

Akan tetapi berbahaya jika melakukan kontak komunikasi langsung dengan suku yang memilih untuk tetap terisolasi itu, hal ini dipertegas dengan kematian seorang pria lokal Matsigenka baru-baru ini. 

Nicolás "Shaco" Flores ditembak dengan panah suku terasing di dekat Taman Nasional Manu, Peru.  
Nicolás "Shaco" Flores  yang tewas dipanah suku terasing di Peru setelah mencoba menghubungi mereka. 
(Photo : G. Gali/uncontactedtribes.org)
Glenn Shepard, seorang antropolog dan juga teman korban, menulis dalam blog-nya dan dalam Berita Antropologi, bahwa kematian 'Shaco adalah tragedi: ia adalah seorang yang baik, laki-laki pemberani dan berpengetahuan. Ia percaya bahwa dia ingin membantu orang Mashco-Piro. Namun dalam insiden tragis itu, orang Mashco-Piro sekali lagi menyatakan keinginannya bersikeras untuk ditinggal sendirian. 

Ia menambahkan bahwa serangkaian serangan itu menunjukkan suku Mashco-Piro masih ketakutan untuk berhubungan dengan dunia luar.

Beatriz Huertas, seorang ahli suku-suku terasing di Peru, mengatakan bahwa harus diterapkan langkah-langkah pencegahan dan rencana kontingensi dengan pemerintah setempat sesegera mungkin untuk memastikan hal ini tidak terulang kembali.
Pembalakan liar di Taman Nasional Peru, membuat orang Indian tergusur dari lingkungan rumah mereka,
(Photo : G. Gali/uncontactedtribes.org) 
Sementara itu, Departemen Urusan Suku Indian INDEPA merencanakan pendirian sebuah pos jaga untuk melindungi kedua belah pihak, baik orang lokal maupun kelompok terasing.

Direktur Survival International, Stephen Corry, pada hari Selasa mengatakan,: "Setahun kemudian foto tersebut akan menunjukkan bukti yang lebih banyak lagi tentang keberadaan suku terasing. Jadi tidak ada alasan lagi bagi pemerintah, perusahaan maupun antropolog untuk menyangkal hal ini. Membangun hubungan kontak pertama dengan mereka memang selalu berbahaya dan sering berakibat fatal, karena orang Indian ingin dibiarkan sendiri dan dihormati. (Zk)


Redaksi menerima sumbangan tulisan dalam bentuk opini, artikel atau pengalaman pribadi. Setiap tulisan dapat dikirim ke email redaksiaceh.traffic@gmail.com dan disertai identitas dengan mencantumkan nomor telepon/email.