Pelauw | Acehtraffic.com - Bentrokan
antarwarga Pelauw, di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, yang terjadi
Jumat, 10 Februari 2012 hingga Sabtu, 11 Februari 2012 sudah tidak lagi terjadi
pada Minggu, 12 Februari 2012. Namun, perusakan sejumlah rumah masih terus
terjadi di beberapa lokasi di Pelauw.
Minggu, 12 Februari 2012 sejumlah warga merusak rumah warga lainnya yang berasal dari kelompok
berbeda di Pelauw. Rumah-rumah dibakar, dilempari, dan dirusak. Mereka tidak ingin warga
dari kelompok yang berbeda tersebut kembali tinggal di Pelauw.
Sekretaris Desa Pelauw Ali
Latuconsina mengatakan, pertikaian yang terus berulang di Pelauw berpangkal
pada perbedaan keyakinan kedua kelompok meski sesungguhnya keduanya menganut
agama yang sama. Perbedaan itu terlihat setiap kali penentuan hari besar
keagamaan.
Kelompok yang disebut kelompok
muka selalu menetapkan hari besar keagamaan mengacu perhitungan pada umumnya
atau sama dengan yang ditetapkan pemerintah. Namun, kelompok lainnya, yang
disebut kelompok belakang, menetapkan hari besar keagamaan selalu tiga hari
setelah kelompok muka merayakannya. ”Ini mereka yakini mengikuti tradisi
warisan leluhur,” jelas Ali.
Pemerintahan desa sudah berulang
kali meminta kedua kelompok untuk saling menghargai, apalagi sebetulnya mereka
semua masih satu kerabat. Meski begitu, pertikaian kedua kelompok masih saja
terulang. | AT | KP |


0 komentar:
Posting Komentar