Washington | Acehtraffic.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengakui ketidakmampuan pemerintahnya untuk mengontrol peningkatan harga energi, di mana Partai Republik terus menyalahkan Gedung Putih atas ketidaknyamanan ini.
"Kami tahu tidak ada peluru perak yang akan menurunkan harga gas atau mengurangi ketergantungan kita pada minyak asing dalam semalam," kata Obama pada hari Sabtu, 25 Februari 2012.
"Tapi, apa yang bisa kita lakukan adalah meluruskan prioritas kita dan melakukan upaya serius yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini," tambahnya.
Obama seraya menolak solusi Partai Republik untuk melakukan pengeboran, mengatakan "Anda tahu itu bukan sebuah program, terutama karena kita sudah melalukannya."
Kekhawatiran meningkat karena harga minyak dunia mendekati level tertinggi. Lonjakan harga telah memicu kemarahan di kalangan konsumen di AS dan menimbulkan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi negara adidaya itu.
Lonjakan harga terakhir terjadi setelah Iran menanggapi pengumuman Uni Eropa untuk mengembargo minyak dengan memotong ekspor minyak mentah ke beberapa negara Eropa.
Partai Republik memanfaatkan momen itu untuk menyerang Obama, sembilan bulan sebelum pemilihan presiden baru di AS. Senator Texas Kay Bailey Hutchison mengatakan, "Kita tidak bisa memperlambat permintaan global untuk minyak dan gas, tetapi kita dapat melakukan lebih banyak lagi di sini untuk memastikan bahwa kita memiliki energi yang kita butuhkan dan menghentikan biaya yang meroket."
"Kebijakan Presiden Obama telah mendorong perlambatan yang belum pernah terjadi dalam eksplorasi baru dan produksi minyak dan gas," kritiknya. (*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar