
Acehtraffic.com : New York Times menyinggung agitasi para pejabat dan media massa rezim Zionis Israel tentang kemungkinan serangan ke Iran, dan membandingkan rencana serangan Tel Aviv itu dengan kenyataan yang ada di Iran, serta menilai bahwa serangan ke instalasi nuklir Iran tidak semudah yang diklaim oleh rezim Zionis.
Mehr News (19/2) melaporkan, New York Times dalam laporannya menulis, Israel mengklaim bahwa serangannya ke instalasi nuklir Iran sama seperti serangan rezim Zionis ke Suriah pada tahun 2007 ke sebuah wilayah yang diklaim oleh Tel Aviv sebagai pusat aktivitas nuklir negara itu. Akan tetapi kondisi di Iran berbeda karena serangan Israel itu tidak akan mungkin mencapai target.
Berdasarkan analisa dan riset para pejabat Amerika Serikat, serangan jet tempur rezim Zionis Israel ke Iran perlu untuk menempuh 1.000 mil melintasi zona udara negara-negara yang tidak ramah terhadap Tel aviv, melakukan pengisian bahan bakar di udara, mengelak dari sistem pertahanan udara Iran, pada saat yang sama juga harus menghancurkan beberapa situs bawah tanah dan pengerahan sedikitnya 100 jet tempur.
Oleh karena itu, serangan ke Iran lebih pelik dan rumit bagi rezim Zionis Israel.
Jenderal David Daptula, Panglima Operasi Udara Amerika Serikat dalam serangan ke Afghanistan 2011 dan perang pertama Teluk Persia pada 1991, dan merupakan pejabat intelijen nomor satu di Angkatan Udara Amerika, dalam hal ini mengatakan, "Mungkin Israel berniat menyerang Iran. Ini sangat sederhana untuk diucapkan, akan tetapi serangan ke Iran akan sangat rumit."
New York Times menambahkan, "Perkiraan tentang serangan Israel ke Iran dalam beberapa bulan terakhir semakin menguat menyusul eskalasi friksi antara Tehran dan Barat. Terkait hal ini, akibat eskalasi perkiraan tersebut, Penasehat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Tom Danilon, berkunjung ke Amerika Serikat dan Ahad (18/2) bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Namun meski demikian para pejabat Tel Aviv tetap meniru literatur para AS dan menyatakan, semua opsi ada di atas meja." (*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar