Curhat Agama Tgk Hasballah Keutapang – Tgk Fajri M. Kasim
Acehtraffic.com – Tgk. Abu Hasbalah pimpinan Pasantren Keutapang Kecamatan Nisam Aceh Utara menilai, saat ini penerapan Syariat Islam di Aceh masih belum berjalan dengan optimal, pasalnya masih banyak kita jumpai orang yang duduk berduan yang bukan muhrimnya di tempat-tempat sepi dan gelap dan kasus-kasus mesum pun banyak dijumpai di Aceh. Minggu, 29 Januari 2012.
Abu Hasbalah meyakini apabila Syariat Islam tegak maka sebuah Negara itu pasti akan maju, dia mencontohkan pada saat zaman Sultan Iskandar Muda, Aceh merupakan negara maju nomor lima di dunia.
Karena pada saat itu Sultan Iskandar Muda membangun Aceh dengan Syariat Islam, kalau sekarang kemajuan Aceh hanya tinggal nama saja. Selain Negara menjadi maju, dengan diterapkannya Syariat Islam, Investasi-investasi pun akan semakin kuat.
Abu Hasbalah menilai ada yang aneh dengan fenomena saat ini, yaitu pada masa penjajah dulu, wanita-wanita itu memakai pakain masih panjang-panjang dan auratnya tidak nampak. Saat ini wanita-wanita lebih senang menampakkan auratnya.
Sementara itu apabila Syariat Islam berjalan dengan baik, maka angka criminal pun akan menjadi turun. Soalnya apabila ada yang mencuri akan dipotong tangan, yang berzina akan dicambuk atau dirajam, dll.
Orang yang dipotong tangan karena mencuri, itu tidak bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM), karena itu sudah diatur didalam Alquran dan Hadist Nabi. Jadi aneh sekarang ketika peraturan Islam mau ditegakkan banyak orang yang protes, sementara itu perbuatan-perbuatan orang kafir banyak orang yang senang.
“Membangun Negeri itu banyak orang yang bisa, akan tetapi orang-orang yang mempertahankan Agama banyak orang yang tidak bisa”. Ujar Tgk. Abu Hasbalah Ketapang.
Beliau menambahkan “Siapa orang yang bertujuan untuk menegakkan Syariat Islam, maka saya berdoa agar orang tersebut menang dalam Pilkada”. Tegas Tgk. Abu Hasbalah Ketapang.
![]() |
| Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara periode 2012-2017 yang memiliki nomor urut 1 (satu), Tgk Fajri M Kasem dan Tgk Muchtar A Al-Khutby |
Menurut Abu, Saat ini pemerintah belum mempunyai itikat baik untuk menerapkan Syariat Islam di Aceh, pihak Pemerintah pun masih banyak melakukan pelanggaran Syariat.
“Bagaimana mau menerapkan Syariat Islam, Pemerintah sendiri pun mungkin tidak mengaji, pengajian pun sangat jarang dilakukan oleh Pemerintah, buktinya di setiap Dinas belum tentu dalam satu bulan sekali ada melakukan Pengajian”. Ungkap Tgk. Abu Hasbalah Keutapang.
Pandangan Tgk Fajri M Kasim Mengenai Penegakan Syariat Islam
Sementara itu Tgk. Fajri M Kasim pun memiliki sama pandangannya dengan Tgk. Abu Hasbalah Ketapang mengenai masalah penegakan Syariat Islam di Aceh. Menurut Tgk. Fajri saat telah terjadi pergeseran nilai-nilai social, dimana para remaja banyak yang telah melakukan perbuatan yang melanggar Syariat Islam.
Hal ini harus menjadi pengawasan yang lebih ekstra agar para remaja tersebut tidak melakukan perbuatan yang menyimpang. Tgk. Fajri menilai pera pelajar SMP setelah sepulang sekolah, lebih baik mereka itu ke Pesantren atau Dayah-daya agar bisa belajar Ilmu Agama Islam.
Apabila ini dilakukan maka para pelajar tersebut tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar Agama dan para pelajar ini pun akan selalu berada dalam pengawasan. Kemudian nilai-nilai Agama Islam pun akan tertanam dalam diri para remaja-remaja Aceh.
Misalkan di Aceh Utara, dalam hal ini kita harus bisa membuat sebuah gebrakan baru agar nantinya daerah Aceh Utara akan maju dengan nilai-nilai Ke – Islamannya. Hal itu sangat berpengaruh kepada Pemimpin yang bisa membawa Aceh Utara ini lebih baik.
Menurut Tgk. Fajri M Kasim, Sultan Iskandar Muda dulu sudah pernah berpesan kepada raja, yaitu Raja dalam melaksanakan tugasnya melaksanakan hukum Allah.
Semua ketentuan Allah yang harus dijalankan termaktub dalam Qanun al-Asyi. Tentang sumber hukum dalam qanun al-asyi, dengan tegas dicantumkan, bahwa sumber hukum dari Kerajaan Aceh Darussalam, yaitu Alquran, al-Hadis Nabawi, Ijmak ulama, dan qiyas, hukum adat, qanun dan reusam.
Islamisasi semua aspek kehidupan rakyat Aceh disimbolkan oleh sebuah hadih maja yang menjadi filsafat hidup, politik dan hukum bagi rakyat dan Kerajaan Aceh Darussalam. Bunyinya: "Adat bak Poteumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala, qanun bak Putroe Phang, reusam bak Laksamana, hukom ngon adat lagee zat ngon sifeut".
Apabila kita mendengar ungkapan tersebut, jelas sekali demikian kukuhnya pilar keislaman yang dilandasi syariat Islam kaffah di seluruh wilayah Kerajaan Aceh Darussalam”. Ujar Tgk. Fajri M Kasim.
Tgk. Fajri yang akan maju sebagai calon bupati Aceh Utara bercita-cita untuk menjadikan Aceh Utara menjadi daerah yang kental dengan nilai-nilai Islam, agar generasi Aceh Utara menjadi generasi yang Islami. Semoga. | AT | RD



0 komentar:
Posting Komentar