
Abuja | Acehtraffic.com - Pemerintah Libya mendesak Nigeria pada Sabtu (11/2) untuk mengekstradisi putra Muammar Gaddafi, Saadi. Tripoli menyatakan bahwa seruan Saadi kepada rakyat Libya untuk mempersiapkan sebuah pemberontakan akan mengancam hubungan bilateral.
Namun, Nigeria sejauh ini menyatakan tidak bisa menyerahkan Saadi, yang melarikan diri ke negara Afrika Barat itu pada bulan September 2011 ketika pasukan revolusioner Libya melumpuhkan tentara ayahnya.
Para pejabat Libya dan Nigeria mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah Nigeria telah memperketat gerakan Saadi dan sepakat bahwa Menteri Luar Negeri Libya Ashour Bin Hayal akan bertemu timpalannya dari Nigeria untuk membahas masalah tersebut.
Dalam sambungan telepon dengan televisi Al Arabiya pada Jumat malam, Saadi mengatakan bahwa ia telah melakukan kontak rutin dengan orang di Libya yang tidak senang dengan pemerintah setelah mengusir dan membunuh ayahnya.
"Dewan Transisi Nasional (NTC) menuntut pemerintah Nigeria mengekstradisi Saadi dan mereka yang bersamanya ke pemerintah Tripoli sesegera mungkin untuk menjaga hubungan dengan rakyat Libya," kata juru bicara NTC, Mohammed al-Harizy.
"Mereka harus mengikuti pemerintah Aljazair yang mencegah putri Gaddafi membuat pernyataan atau menyebabkan masalah di wilayah mereka," tambahnya. Dikatakannya, Ketua NTC Mustafa Abdel Jalil telah memanggil Presiden Nigeria untuk membahas masalah Saadi.
Pihak berwenang di Nigeria mengisyaratkan penentangan mereka atas setiap ekstradisi Saadi. "Kami akan menyerahkan Saadi Gaddafi kepada pemerintah yang memiliki sistem peradilan yang independen dan tidak memihak," kata juru bicara pemerintah Marou Amadou dalam konferensi pers. (*) | IRIB

0 komentar:
Posting Komentar