News Update :

“Kita bukan takut dibunuh, tapi porses demokratisasi di Aceh bagaimana?

Senin, 27 Februari 2012


Langsa | Acehtraffic.com- Mantan Panglima GAM Daerah I Wilayah Peureulak, Tgk Abdur Rani mengatakan  kondisi politik menjelang pilkada sedang “membahayakan.

 “Kita bukan takut kita dibunuh, tapi porses demokratisasi di Aceh yang kita khawatirkan. Karena adanya ancaman dan intimidasi,” kata Tgk Rani.

Tgk Rani juga menjelaskan bahwa, jalur independen adalah suatu bagian integral dari perjanjian MoU Helsinki. Dalam negoisiasi MoU itu,  awalnya jalur independen sangat ditolak oleh Indonesia. Tapi akhirnya semua pihak sepakat.

Dia menegaskan seharusnya ketakutan terhadap jalur independen hanyalah orang-orang parpol berhaluan nasionalis. Ini perlu diluruskan. 

“Jika tidak ada independen dalam MoU, sampai hari ini kita masih berperang,” katanya, saat berpidato didepan para mantan GAM dalam pertemuan temu ramah di Hotel Harmoni dengan calon bupati Aceh Timur Muslem Hasballah - Marwi umar, Minggu 26 Februari 2012

Disamping itu dia juga menyinggung soal masih adanya intimidasi, Intimidasi itu berdosa hukumnya. Jangan memfitnah, dan mengklaim orang lain sebagai pengkhianat. Dan jangan takuti rakyat dengan alasan apapun, karena di Aceh tidak ada lagi perang.

“Wali nanggroe  dulu mengajak berperang karena alasan kuat. Baik secara defakto dan de jure. Bukan karena tidak menang suksesi.  Adanya independen akan lahirnya demokratisasi di Aceh.

“Jika kita berjanji bahwa damai adalah harga mati, maka kita juga sepakat, tidak ada lagi kata perang,” kata mantan kombatan ini. | AT | TAF
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016