London | acehtraffic.com - Pasar
saham Eropa terpukul pada Kamis, 16 Februari 2012 karena investor membuang aset-aset berisiko di
tengah meningkatnya kebingungan dan kekhawatiran bahwa rencana dana talangan
utang Yunani hancur berantakan.
Tetapi data pada klaim
pengangguran baru AS dan pembangunan perumahan meningkatkan sentimen dan
membantu pasar utama Eropa berakhir bervariasi sempit, lapor AFP.
Indeks patokan FTSE 100 di London
merosot 0,12 persen menjadi 5.885,38 poin dan indeks DAX 30 di Frankfurt
merosot 0,09 persen menjadi 6.751,96 poin. Namun, indeks CAC 40 di Paris
berhasil mengakhiri hari dengan keuntungan sebesar 0,09 persen pada 3.393,25
poin.
Milan turun 0,87 persen,
sedangkan Madrid jatuh 2,1 persen karena berita bahwa ekonomi negara yang
kesulitan itu mencatat kontraksi 0,3 persen pada kuartal keempat 2011,
meningkatkan kekhawatiran resesi.
Wall Street menguat pada
perdagangan tengah hari, dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,65 persen
menjadi 12.863,63 poin. Indeks berbasisi lebih luas S&P 500 naik 0,75
persen menjadi 1.353,33 poin, sedangkan komposit Nasdaq naik 0,54 persen
menjadi 2.931,43 poin.
Tanda-tanda positif bagi ekonomi
AS dituangkan dalam laporan mingguan klaim baru untuk tunjangan pengangguran
yang jatuh ke tingkat terendah sejak Maret 2008, dan data pembangunan perumahan
Januari mengkonfirmasikan kenaikan dalam sektor yang dilanda depresi tersebut.
Euro jatuh di bawah 1,30 dolar
pada siang hari, tetapi menguat kembali diperdagangkan pada 1,3096 dolar
sekitar pukul 17.00 GMT, naik dari 1,3065 dolar pada Rabu.
"Pasar telah diperdagangkan
dengan suasana jauh lebih lembut hari ini karena kekhawatiran tentang
memburuknya hubungan antara politisi Yunani dan Uni Eropa memicu kecurigaan
bahwa gagal bayar Yunani sudah dekat," kata analis senior CMC Markets,
Michael Hewson.
Menteri Keuangan Belanda Jan Kees
de Jager, Kamis mengatakan, krisis Yunani "kembali ke titik awal"
karena ekonomi negara itu jauh lebih buruk daripada yang telah diperkirakan
pada awal krisis.
"Kami kembali ke titik
awal," katanya kepada komite parlemen di Den Haag. "Yunani berada
dalam keadaan jauh lebih buruk daripada yang telah diantisipasi pada saat
itu."
Para pemimpin zona euro selama
beberapa minggu telah merundingkan paket penyelamatan yang dibutuhkan Yunani,
130 miliar euro pinjaman baru dan pengurangan obligasi pemerintah yang dipegang
swasta senilai 100 miliar euro untuk menghindari gagal bayar utang pada 20
Maret.
Sumber pemerintah zona euro,
Kamis mengatakan bahwa penyelamatan masih akan tetap tidak cukup untuk memenuhi
target pengurangan utang guna membuat tahap pembayaran kembali utang negara itu
berkelanjutan pada 2020.
Selanjutnya partisipasi IMF dalam
dana talangan Yunani telah bergantung pada program penyelamatan kembali negara
itu ke posisi utang berkelanjutan.
Para menteri keuangan zona euro
telah mendorong keputusan tentang dana talangan kembali pada Senin, tetapi
telah berkembang pembicaraan penundaan dana talangan sampai setelah pemilihan
umum dini Yunani.
"Masalahnya untuk pasar
keuangan adalah bahwa sekali lagi risiko politik mulai aktif," kata
direktur riset Kathleen Brooks di situs perdagangan Forex.com.
Tuntutan zona euro telah
"melepaskan gelombang patriotisme politisi Athena yang mencoba untuk
menyelamatkan kulit mereka sendiri dalam pemilu mendatang."
"Jadi sekarang kita berada
pada kebuntuan dengan hanya beberapa minggu untuk sampai ke penebusan obligasi
utama Yunani yang jatuh tempo pada 20 Maret," kata dia.
Meski berita suram, kerugian
saham pada Kamis cukup terbatas karena pasar mungkin telah membangun perlawanan
kuat terhadap masalah Yunani," kata Brooks.
Sementara itu, Moody pengumuman
bahwa pihaknya meninjau sekitar 114 bank dan kelompok keuangan Eropa untuk
kemungkinan penurunan peringkat juga menambahkan kesuraman.
Pasar Asia ditutup turun pada
Kamis, mengikuti kerugian AS semalam karena investor mengambil keuntungan dan
berkembangnya keraguan atas Yunani.
Setelah penguatan regional pada
Rabu, Sydney kehilangan 1,68 persen, Tokyo jatuh 0,24 persen dan Hong Kong
merosot 0,41 persen. | AT | AN |


0 komentar:
Posting Komentar