Lhokseumawe | Acehtraffic.com –
Puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik yang ada di Kota
Lhokseumawe dan Aceh Utara melakukan aksi solidaritas atas kematian
sahabat Darma Sahlan [43] yang bekerja untuk Koran Mingguan Monitor terbitan
Medan yang bertugas di Kabupaten Aceh Tenggara.
Para wartawan tersebut
mendesak pihak kepolisian lebih serius dalam mengusut tuntas kasus
tersebut dan mengecam keras bagi para pelaku pembunuhan.
“Hari ini kami para wartawan bersama
elemen sipil lainnya bersatu merapatkan barisan, mengecam keras aksi kekerasan
terhadap wartawan dan mendesak pihak Kepolisian agar lebih serius dalam
mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap rekan kami Darma Sahlan”. Ujar Rahmad
YD Jurnalis bekerja dikantor berita
Antara ini. Kamis, 16 Februari 2012.
Aksi tersebut dilaksanakan di Taman
Riyadah Kota Lhokseumawe pada pukul 10:00 Wib dan mendapatkan pengawalan ketat
oleh pihak Kepolisian dari Polres Kota Lhokseumawe.
Kemudian para wartawan melakukan
Long March menuju ke tugu Simpang Jam Kota Lhokseumawe. Setiba ditugu tersebut,
para wartawan melakukan orasi secara bergantian sambil meneriakkan yel-yel
“Hidup Pers dan usut tuntas kasus pembunuhan terhadap Darma Sahlan”.
Ketua Umum Persatuan Wartawan Aceh
[PWA] Provinsi Aceh dalam orasinya mengatakan “Hasil penelusuran tim PWA, kematian
Darma Sahlah di duga kuat karena pembunuhan bukan karena kecelakaan”. Ujar
Muhammad AH.
Ia menambahkan “Tidak ada bukti
maupun petunjuk yang dapat diyakini telah terjadi kecelakaan lalu-lintas di
lokasi ditemukan jenazah korban dan hal ini juga diperkuat oleh keterangan
warga setempat”. Tambah Muhammad AH.
Sementara di Aceh Tenggara, hari ini, sejumlah wartawan juga berkumpul dan mendatangi Mapolres setempat untuk menanyakan perkembangan pengusutan kasus kematian wartawan mingguan Monitor terbitan
Medan itu | AT | M.Agam | RD



0 komentar:
Posting Komentar