Tokyo | acehtraffic.com - Ditengah
ketegangan seputar program nuklir Iran, pemerintah Jepang mempertimbangkan
mengerahkan Pasukan Pertahanan Diri [SDF] demi mengawal kapal-kapal tankernya
yang melintas di Selat Hormuz. Tak hanya itu, dalam pengawalan, SDF juga akan
melakukan operasi sapu ranjau di kawasan tersebut, demikian harian Nikkei, melaporkan
Kamis, 16 Februari 2012.
Pejabat Jepang yang bertanggung
jawab dengan kebijakan luar negeri tidak segera menanggapi laporan tersebut.
Pertimbangan itu muncul setelah Iran beberapa kali melontarkan ancaman
memblokade selat, jalur penting dalam lalu lintas 20 % persen minyak mentah
dunia. Dalam jalur tersebut, melintas pula 80 % minyak yang diimpor oleh
Jepang.
"Selat Hormuz sangat penting
bagi Jepang," tulis Nikkei mengutip Perdana Menteri Yoshihiko Noda kepada
komite anggaran di majelis rendah, Jumat pekan lalu. "Kami harus bersiap
jika ada sesuatu yang terjadi."
Seandainya diwujudkan, diprediksi
butuh tiga pekan bagi kapal tempur SDF Maritm untuk mencapai selat tersebut,
masih menurut Nikkei mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri.
Untuk melangkah sejauh itu,
pemerintah masih membutuhkan persetujuan dari parlemen dan juga penugasan dari
SDF.
SDF Maritim baru-baru ini
bertugas melindungi dan memantau kapal-kapal sipil yang berkaitan kepentingan
Jepang di perairan Somalia. Operasi itu disetujui mengingat SDF menjalani tugas
dengan misi melindungi nyawa manusia dan properti di laut serta menjaga
keamanan perairan internasional.
Beberapa pejabat dekat dengan PM
meyakini bahwa alasan yang sama bisa digunakan untuk mengawal tanker-tanker
minyak. Namun, tujuan utama yang hanya melindungi kapal-kapal Jepang akan
membuat SDF mendapat kesulitan dalam kordinasi dengan negara lain.
Kebijakan ketat di Jepang terkait
keputusan melibatkan pasukan militer menimbulkan pertanyaan apakah SDF mampu
memberikan pengawalan yang dibutuhkan bagi tanker sekaligus keselamatan bagi
personel SDF.
Terlepas dari kekhawatiran
terhadap isu tersebut, sebagaian anggota parlemen tetap mendesak Diet--julukan
parlemen Jepang--untuk mengesahkan perintah operasi SDF di Selat Hormuz. | AT | RP |


0 komentar:
Posting Komentar