"Mobil Esemka itu harus
ditanggapi serius oleh pemerintah, bagaimana bisa menjadi mobnas,"
katanya.
Politikus Partai Demokrat itu tak
hanya meninjau, tapi langsung mencoba mobil yang dirancang oleh SMKN yang
dikepalai oleh H Wadib Su'udi tersebut. "Wah luar biasa. Mobilnya enak,
layak bersaing dengan mobil produk luar," ujarnya usai mencoba.
Produk siswa SMK saat ini sudah
tergolong sangat luar biasa. "Bukan tidak mungkin hasil karya siswa SMK
nantinya bisa buat kendaraan untuk tempur di kemiliteran Indonesia,"
katanya.
Menurut Hayono, siswa SMK yang
berhasil memproduksi mobil itu sudah menunjukkan adanya kehidupan yang
demokratis di dunia SMK. SMK ke depan sudah memiliki peluang yang besar untuk
bisa mengaplikasikan keterampilan dan inovasinya di dunia wirausaha.
"Saat ini, di Komisi I DPR
RI sedang membahas UU Industri Pertahanan di tanah air. Ini perlu dilakukan
agar militer Indonesia tidak bergantung lagi pada peralatan militer dari luar
negeri. Kemampuan siswa SMK bisa dimaksimalkan lebih baik lagi," katanya.
Hayono mengingatkan, agar pihak
SMK juga bisa menjaga eksistensi produksinya. Karena itu ia mengajak siswa SMK
untuk tidak mudah puas dengan apa yang sudah dicapai. "Pemerintah juga
harus mendukung sepenuhnya. Agar apa yang dicapai siswa SMK tak hilang begitu
saja," harapnya.
Agar tak mudah ditiru oleh negara
lain, pihak SMK selaku penemu, kata Hayono, harus segera mengurus hak patennya.
"Harapan saya, mobil Esemka tak senasib dengan mobil Timor. Hak pantennya
harus segera diurus oleh penemunya," katanya.
Sementara itu, menurut Kepala
Sekolah SMKN 6, H Wadib Su'udi, hingga kini karya siswanya sudah ada 3 mobil
Esemka. Yakni merek Rosa Van 1.5i, dengan harga Rp 100 juta, Rajawali dengan
harga Rp 95 juta dan explorer seharga Rp 125 juta. "Yang pesan mobil Esemka
produksi SMKN 6 ini sudah ada 200 orang. Tapi sampai saat ini belum bisa
dipenuhi, karena barang-barangnya masih sulit untuk mendapatkannya. Harus pesan
dulu ke Solo dan butuh waktu lama. Itu kendalanya," kata Wadib. | AT | KP
|

0 komentar:
Posting Komentar