Jakarta | Acehtraffic.com
- Untuk yang kedua kalinya komisi V DPR kembali memanggil Menteri Perhubungan
dan pihak Lion Air terkait kasus pilot maskapai penerbangan itu mengkonsumsi
narkotika jenis sabu sebelum terbang di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa
Timur. Sebelumnya pemanggilan pertama juga terkait kasus yang sama namun
terjadi di sebuah kamar karaoke Grand Clarion Makassar, Sulsel.
Pilot berinisial SS
ditangkap pada Sabtu, 4 Februari 2012 sekitar pukul 03.30 WIB di sebuah kamar 2109,
Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur. Padahal pagi itu, pada pukul 06.00
WIB dia harus menerbangkan pesawat tujuan Surabaya-Ujung
Pandang-Balikpapan-Surabaya.
Pada saat penangkapan
yang dilakukan BNN berlangsung, SS tidak sendirian. SS bersama ketiga pilot
lion air lainnya sedang bermain kartu sembari nyabu dikamar hotel itu. Dalam penangkapan
tersebut BNN menemukan satu buah bong [alat pengisap sabu] dan Sabu seberat 0,04
gram. Hasil tes urine menunjukkan SS positif mengkonsumsi sabu, sementara
ketiga teman pilot lainnya negatif.
Anggota Komisi V DPR,
Arwani Thomafi mengatakan, “kok nggak ada kapok-kapoknya maskapai penerbangan
ini, padahal Komisi V DPR sudah pernah memanggil sekarang terulang lagi,” geram
Arwani.
Arwani juga mendesak Direktorat
Jenderal Perhubungan Udara agar memberikan peringatan keras kepada maskapai
penerbangan Lion Air terkait kembali tertangkapnya pilot Lion Air yang
menggunakan narkoba, karena mengancam keselamatan penumpang. Dia juga
mengatakan Maskapai harus ikut bertanggung jawab dan harus dilakukan audit
terhadap manajemen Lion Air, khususnya di manajemen pembinaan kru.
10 Januari 2012 lalu,
BNN telah menangkap pilot Lion Air bernama Hanum Adhyaksa bersama seorang kontraktor
dan tiga teman wanitanya di ruang karaoke Grand Clarion Makassar, Sulsel. Dalam
penangkapan tersebut ditemukan sabu-sabu seberat 0,9 gram dari dalam saku
Hanum.
Pada pertengahan 2011,
pilot Lion Air lainnya bernama Muhammad Nasri tertangkap basah sedang pesta
sabu bersama rekannya Husni Thamrin [kopilot] dan Imron, di Apartemen The
Colour, Modernland, Kota Tangerang. Ia ditangkap atas kepemilikan dan
penggunaan narkotika jenis sabu dan empat butir ekstasi. Padahal sebelumnya, 6
April 2011, awak kabin Lion Air, bernama Winnie Raditya juga pernah tertangkap di
tempat kost di Karet, Tanah Abang karena menyimpan sabu di pakaian dalamnya.
Terkait adanya sindikat
penjual narkoba di kalangan pilot, BNN hingga kini masih menyelidiki. Pihak BNN
juga sedang menelusuri bandar, kurir, dan asal sabu yang dimiliki pelaku. | AT
| EE |


0 komentar:
Posting Komentar