“Karena, industri di dunia menerapkan sistem multisource. Kalau kita
bisa tarik [Asus] untuk bangun manufaktur
masuk ke sini, efeknya akan luar
biasa. Kita lihat saja bagaimana Taiwan
memulai dan saat ini dia mengklaim sebagai negara inti manufaktur,” kata Direktur Industri Tekstil dan Aneka Direktorat Jenderal Basis Industri
Manufaktur Kementerian Perindustrian [Kemenperin] Ramon Bangun di Jakarta kemarin, Jum’at, 3 Februari 2012.
Dirjen Industri Unggulan Berbasis
Teknologi Tinggi [IUBTT] Kemenperin Budi Darmadi membenarkan bahwa Kemenperin mengundang Asus
untuk melakukan proses manufaktur di Indonesia. Namun, pihaknya belum bisa
memaparkan rencana investasi tersebut secara rinci. “Mereka memang berminat,
tapi belum tahu detailnya,” jelas
dia.
Terkait perkembangan industri
berteknologi tinggi di dalam negeri, Budi mengatakan bahwa pihaknya kini
berupaya mendorong agar belanja modal perusahaan dan operator telekomunikasi yang ada di Indonesia bisa didominasi oleh produk nasional.
Hal itu diharapkan dapat menggenjot perkembangan industri tersebut di dalam negeri. Pasalnya, diketahui setiap tahun operator
telekomunikasi membelanjakan dana
setidaknya Rp150 triliun. Menurut dia,konsumsi
komputer secara nasional saat ini adalah sekitar 4 juta unit per tahun. Adapun,
sekitar 40% merupakan komputer personal
[PC], sedangkan 60% lainnya berupa
komputer jinjing. Sebanyak 90% PC sudah
diproduksi di dalam negeri.
Sedangkan, laptop memang masih
kita impor sekitar 60%, terutama produk
bermerek. Kita memiliki 7–8 merek produk
lokal. Kita memacu agar
softwarediproduksi di dalam negeri,”jelas
Budi. | Sindo |

.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar