Banjarmasin | Acehtraffic.com - Tidak
sedikit calon tenaga kerja Indonesia maupun pihak sponsor yang mencoba
memanipulasi data agar bisa berangkat kerja keluar negeri. Hal ini tentu akan
menimbulkan masalah tersendiri bagi tenaga kerja tersebut dikemudian hari.
"Tidak hanya itu, kami juga
sering mendapatkan komplain dari luar negeri karena sering ada pemalsuan
dokumen," ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia [BNP2TKI], M Jumhur Hidayat, pada acara sosialisasi dan
pelatihan sistem online pelayanan TKI untuk 55 dinas tenaga kerja dan
transmigrasi [disnakertans] provinsi dan kabupaten se-Kalimantan, di
Banjarmasin, Rabu, 8 Februari 2012.
Menurut Jumhur, pemalsuan dokumen
oleh TKI dan sponsor sangat mungkin terjadi. Untuk mengantisipasi itu semua
dibutuhkan piranti komputer dengan sistem online seperti yang ada sekarang. Dengan
sistem yang terkoneksi seperti ini, maka hanya TKI resmi yang datanya terinput
saja yang bisa diberangkatkan ke luar negeri.
Selama 2011, BNP2TKI telah
melakukan sosialisasi dan pelatihan sistem online di 11 provinsi, antara lain
Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Lampung, Sumatera Utara, dan Nusa
Tenggara Barat.
Pada akhir Januari dan awal
Februari ini kegiatan serupa dilakukan di Palembang dengan melibatkan 32
perwakilan disnakertrans kabupaten/kota yang ada di Sumatera Selatan, Bengkulu,
dan Bangka Belitung. | AT | KS |


0 komentar:
Posting Komentar