News Update :

Alat Alat Kesehatan Yang Terbengkalai ?

Senin, 27 Februari 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com – Alat-alat kesehatan yang berada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe yang terletak di jalan Elak Bukit Rata Kota Lhokseumawe diduga terbengkalai dan tidak pernah dipakai.

Informasi tersebut diperoleh oleh reporter The Aceh Traffic dari salah seorang narasumber yang indentitasnya diminta dirahasiakan mengaku bahwa alat-alat kesehatan Gudang Farmasi milik Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe tidak penah dipakai.dan alat-alat kesehatan tersebut menjadi hiasan-hiasan Gudang Farmasi saja karena tidak pernah di sentuh.

“Alat-alat kesehatan yang ada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe tidak pernah dipakai dan alat-alat itu hanya disimpan di gudang, akan tetapi tidak pernah dipakai”. Ujar seorang sumber tersebut.

Setahunya alat-alat kesehatan tersebut adalah barang-barang mahal namun jika kelamaan tidak dipakai alat tersebut terancam rusak, sehingga sangat merugikan daerah. 

Ketika Reporter media ini melakukan investigasi langsung ke Gudang Farmasi milik Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, menemukan berbagai kejangalan yaitu Gedung Farmasi tersebut terlihat jorok dan sangat amburadul.

Bahkan di bagian depan gedung tersebut menjadi tempat nongkrongan kambing-kambing, kemudian kalau kita melihat bangunan tersebut, cat dindingnya sudah mulai terkelupas dan yang sangat ironisnya plakat yang bertulisan.  “Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe” sudah hampir tidak bisa dibaca lagi karena catnya sudah mulai luntur,

Selain itu, pintu di tempat penyimpanan mesin foging sudah terkelupas tripleknya, tidak hanya sampai disitu saja, juga terlihat empat unit mesin fogging terletak di lantai tanpa ada alas apa pun.

Dalam gedung tersebut sangat berantakan, hampir seluruh meja diruangan itu berserakan kertas, dan berbagai map juga berserakan di atas meja itu.

Setelah itu kami pun melihat kondisi dalam gedung itu melalui jendela di sisi depan gudang Farmasi tersebut, disana juga terlihat sangat berantakan, akan tetapi kami tidak mengetahui itu barang apa.

Ketika kami melihatnya ruangan itu sangat berantakan,bahkan jendelannya itu sudah dihiasi dengan jaring-jaring labah-labah, mungkin karena jarang dibersihkan hingga jarring labah-labah pun hinggap di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.

Kemudian disisi belakang gedung itu terlihat berbagai jemuran pakaian yang baru selesai dicuci, menurut panatauan The Aceh Traffic disekitar gedung farmasi tersebut terlihat sangat sepi, kalau kita melihat dari luar satun orang pun tidak ada, hanya kambing-kambing saja yang mangkal diarea depan gedung.

Namun tim The Aceh Traffic tidak mengetahui apakah didalam itu ada yang jaga atau tidak, mungkin saja ada yang jaga soalnya tim The Aceh Traffic ada mendengar suara orang.

Terkait tidak terpakainya alat-alat kesehatan yang ada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe kepada reporter The Aceh Traffic mengaku penyebab tidak terpakainya alat-alat kesehatan tersebut karena tenaga untuk pengoperasian alat itu tidak ada karena alat tersebut lebih canggih daripada alat yang di Banda Aceh sehingga tidak ada yang bisa menggunakan alat itu.

“Sebenarnya alat-alat kesehatan itu bukan tidak dipakai akan tetapi tenaga pengeoperasional tidak ada karena alat itu lebih canggih dari alat yang ada di Banda Aceh”. Ujar Astati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.

Ia menambahkan “Sebenarnya tenaganya ada, namun pelatihannya yang tidak ada”. Tambah Astati.

Menurut keterangan yang diperoleh dikantor Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, alat-alat yang terbengkalai itu adalah alat untuk pemeriksaan air minum, pemerikasaan kelembapan dan alat pemerikasaan suhu.

Namun aneh kita reporter The Aceh Traffic menyakaan hal tersebut kepada Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, tiba-tiba raut wajahnya berubah dan kemudian di langsung menuju ke sebelah untuk menjumpai salah seorang stafnya.

Ketika saat sedang wawancara mengenai hal itu, tiba-tiba salah seorang staff yang bekerja di kantor Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe  mengucapkan bahwasannya alat-alat kesehatan yang ada di Gudang Farmasi itu tidak digunakan semenjak tahun 2006.

Ketika dalam proses wawancara dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, mereka lebih banyak bercerita mengenai hal-hal yang lain, bukan berfokus kepada pertanyaan yang ditanyakan oleh reporter media ini.

Selain masalah terbengkalainya alat-alat kesehatan yang ada di Gudang Farmasi, sumber  Aceh Traffic juga mengungkapkan soal Laboratorium Kesehatan Lingkungan [Kesling] yang terletak di  kantor Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.

Menurut pengakuannya, banyak alat-alat labioratorium itu yang sudah berdebu dan alat-alat laboratorium itu pernah terendam oleh air karena salah seorang petugas pada saat itu lupa mematikan keran air, sehingga alat-alat itu terendam oleh air.

“Alat-alat laboratorium itu banyak yang berdebu, seharusnya alat-alat laboratorium tidak ada boleh yang berdebu”. Ujar sumber tim The Aceh Traffic.

Ia menambahkan “Alat-alat laboratorium itu pernah terendam oleh air karena mungkin pada saat itu petugas lupa mematikan air, sehingga terendamlah alat-alat itu”. Tambah sumber media ini. 

Terkait hal itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe kepada reporter media ini mengaku bahwasannya laboratorium itu selalu dalam perawatan dan mereka juga selalu menjaga suhu dan kelembapan laboratorium tersebut.

“Laboratorium itu telah memenuhi standard dan kami selalu menjaga suhu dan kelembapannya”. Ujar Astati Sekretaris Dinas Kesehatan Lhokseumawe.| AT | M. Agam K |
Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 
© Copyright The Aceh Traffic 2010 -2016