Lhokseumawe |
Acehtraffic.com – Alat-alat kesehatan yang berada di Gudang Farmasi Dinas
Kesehatan Kota Lhokseumawe yang terletak di jalan Elak Bukit Rata Kota
Lhokseumawe diduga terbengkalai dan tidak pernah dipakai.
Informasi
tersebut diperoleh oleh reporter The Aceh Traffic dari salah seorang narasumber
yang indentitasnya diminta dirahasiakan mengaku bahwa alat-alat kesehatan
Gudang Farmasi milik Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe tidak penah dipakai.dan
alat-alat kesehatan tersebut menjadi hiasan-hiasan Gudang Farmasi saja karena
tidak pernah di sentuh.
“Alat-alat
kesehatan yang ada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe tidak
pernah dipakai dan alat-alat itu hanya disimpan di gudang, akan tetapi tidak
pernah dipakai”. Ujar seorang sumber tersebut.
Setahunya
alat-alat kesehatan tersebut adalah barang-barang mahal namun jika kelamaan
tidak dipakai alat tersebut terancam rusak, sehingga sangat merugikan daerah.
Ketika Reporter
media ini melakukan investigasi langsung ke Gudang Farmasi milik Dinas
Kesehatan Kota Lhokseumawe, menemukan berbagai kejangalan yaitu Gedung Farmasi
tersebut terlihat jorok dan sangat amburadul.
Bahkan di bagian
depan gedung tersebut menjadi tempat nongkrongan kambing-kambing, kemudian kalau
kita melihat bangunan tersebut, cat dindingnya sudah mulai terkelupas dan yang
sangat ironisnya plakat yang bertulisan.
“Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe” sudah hampir tidak
bisa dibaca lagi karena catnya sudah mulai luntur,
Selain itu,
pintu di tempat penyimpanan mesin foging sudah terkelupas tripleknya, tidak
hanya sampai disitu saja, juga terlihat empat unit mesin fogging terletak di
lantai tanpa ada alas apa pun.
Dalam gedung
tersebut sangat berantakan, hampir seluruh meja diruangan itu berserakan
kertas, dan berbagai map juga berserakan di atas meja itu.
Setelah itu kami
pun melihat kondisi dalam gedung itu melalui jendela di sisi depan gudang
Farmasi tersebut, disana juga terlihat sangat berantakan, akan tetapi kami
tidak mengetahui itu barang apa.
Ketika kami
melihatnya ruangan itu sangat berantakan,bahkan jendelannya itu sudah dihiasi
dengan jaring-jaring labah-labah, mungkin karena jarang dibersihkan hingga
jarring labah-labah pun hinggap di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.
Kemudian disisi
belakang gedung itu terlihat berbagai jemuran pakaian yang baru selesai dicuci,
menurut panatauan The Aceh Traffic disekitar gedung farmasi tersebut terlihat
sangat sepi, kalau kita melihat dari luar satun orang pun tidak ada, hanya
kambing-kambing saja yang mangkal diarea depan gedung.
Namun tim The
Aceh Traffic tidak mengetahui apakah didalam itu ada yang jaga atau tidak,
mungkin saja ada yang jaga soalnya tim The Aceh Traffic ada mendengar suara
orang.
Terkait tidak
terpakainya alat-alat kesehatan yang ada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kota
Lhokseumawe, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe kepada reporter The
Aceh Traffic mengaku penyebab tidak terpakainya alat-alat kesehatan tersebut
karena tenaga untuk pengoperasian alat itu tidak ada karena alat tersebut lebih
canggih daripada alat yang di Banda Aceh sehingga tidak ada yang bisa
menggunakan alat itu.
“Sebenarnya
alat-alat kesehatan itu bukan tidak dipakai akan tetapi tenaga pengeoperasional
tidak ada karena alat itu lebih canggih dari alat yang ada di Banda Aceh”. Ujar
Astati, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.
Ia menambahkan “Sebenarnya
tenaganya ada, namun pelatihannya yang tidak ada”. Tambah Astati.
Menurut
keterangan yang diperoleh dikantor Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, alat-alat
yang terbengkalai itu adalah alat untuk pemeriksaan air minum, pemerikasaan
kelembapan dan alat pemerikasaan suhu.
Namun aneh kita
reporter The Aceh Traffic menyakaan hal tersebut kepada Sekretaris Dinas
Kesehatan Kota Lhokseumawe, tiba-tiba raut wajahnya berubah dan kemudian di
langsung menuju ke sebelah untuk menjumpai salah seorang stafnya.
Ketika saat
sedang wawancara mengenai hal itu, tiba-tiba salah seorang staff yang bekerja
di kantor Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mengucapkan
bahwasannya alat-alat kesehatan yang ada di Gudang Farmasi itu tidak digunakan
semenjak tahun 2006.
Ketika dalam
proses wawancara dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, mereka lebih
banyak bercerita mengenai hal-hal yang lain, bukan berfokus kepada pertanyaan
yang ditanyakan oleh reporter media ini.
Selain masalah
terbengkalainya alat-alat kesehatan yang ada di Gudang Farmasi, sumber Aceh Traffic juga mengungkapkan soal
Laboratorium Kesehatan Lingkungan [Kesling] yang terletak di kantor Dinas
Kesehatan Kota Lhokseumawe.
Menurut
pengakuannya, banyak alat-alat labioratorium itu yang sudah berdebu dan
alat-alat laboratorium itu pernah terendam oleh air karena salah seorang
petugas pada saat itu lupa mematikan keran air, sehingga alat-alat itu terendam
oleh air.
“Alat-alat
laboratorium itu banyak yang berdebu, seharusnya alat-alat laboratorium tidak
ada boleh yang berdebu”. Ujar sumber tim The Aceh Traffic.
Ia menambahkan “Alat-alat
laboratorium itu pernah terendam oleh air karena mungkin pada saat itu petugas
lupa mematikan air, sehingga terendamlah alat-alat itu”. Tambah sumber media
ini.
Terkait hal itu,
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe kepada reporter media ini mengaku
bahwasannya laboratorium itu selalu dalam perawatan dan mereka juga selalu
menjaga suhu dan kelembapan laboratorium tersebut.
“Laboratorium itu
telah memenuhi standard dan kami selalu menjaga suhu dan kelembapannya”. Ujar
Astati Sekretaris Dinas Kesehatan Lhokseumawe.| AT | M. Agam K |

0 komentar:
Posting Komentar