
Banda Aceh | Acehtraffic.com - Pengamat politik dari Lembaga Centra Politika Gading HS berpendapat peristiwa kekerasan bersenjata yang terjadi di Provinsi Aceh akhir-akhir ini bisa menjadi perhatian internasional yang dikaitkan dengan konflik regulasi penyelenggaraan pilkada di Aceh.
"Jadi, aksi penyerangan warga sipil tanpa ada motif jelas merupakan suatu tindakan yang sudah direncanakan dan didesain agar terjadi kecemasan masyarakat yang akhirnya akan menarik perhatian internasional," katanya di Banda Aceh, Rabu [4/1].
Menurutnya, meningkatnya eskalasi dan kekerasan bersenjata di Aceh tidak akan berhenti sampai dengan digelarnya pilkada nanti, dan kemungkinan hal itu akan terus terjadi jika tidak ada tindakan konkrit dari institusi kepolisian dalam pengungkapan kasus-kasus tersebut. "Jika hal ini terus dibiarkan dan tidak ada pengungkapan dalang dan motif pelaku maka bukan tidak mungkin kejadian-kejadian serupa akan terus terjadi," ungkapnya.
Untuk itu, Gading berharap agar pemerintah serius untuk melihat persoalan Aceh dari aspek politik, karena pendekatan keamanan justru akan memancing reaksi yang lebih luas dari berbagai pihak. "Pendekatan keamanan tidak akan pernah efektif dilakukan untuk Aceh, justru hal itu akan membuat para pelaku lebih reaktif," tambahnya.
Sebagaimana diketahui dalam satu bulan terakhir telah terjadi berbagai kasus kekerasan bersenjata di Aceh. Data yang dihimpun, pada 4 Desember 2011 terjadi penembakan terhadap delapan warga di Desa Geurodong Pase, Kabupaten Aceh Utara, dalam peristiwa ini korban meninggal 3 orang.
Selanjutnya pada tanggal 31 Desember 2011 terjadi lagi penembakan di Desa Blang Cot, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, tujuh dari korban penembakan tiga warga meninggal, dan pada hari yang sama seorang juga tewas pada penembakan yang terjadi di Desa Ilie, Ulheu Kareng, Banda Aceh.
Dan yang terakhir adalah peristiwa penembakan di Blok-B Seureukey, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, yang menyebabkan korban warga meninggal satu orang. Dari data korban diketahui bahwa semua korban baik yang meninggal dan luka-luka berasal dari luar Aceh. | AT | AN |

0 komentar:
Posting Komentar