Jakarta | Acehtraffic.com - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat
Martin Hutabarat mengatakan besok Dewan berangkat ke Aceh untuk melihat kondisi
keamanan di sana. Martin menganggap kepolisian belum berhasil menyelesaikan
masalah kekerasan di Aceh seperti kasus penembakan warga. "Kami mau
melihat keadaannya di sana,” kata dia, Selasa, [10/1].
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra itu menuturkan Komisi III menilai situasi situasi keamanan Aceh sudah serius. “Jangan sampai makin tidak terkendali,” ujarnya. Dia akan bertemu dengan warga dan instansi terkait untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. “Agar ada gambaran-gambaran yang utuh,” katanya.
Martin juga mengungkapkan, pihaknya mendorong agar kepolisian cepat bertindak. “Jangan lamban sedikit pun kalau mengantisipasi soal Aceh,” kata dia.
Rencana ke Aceh ini membuat agenda ke Bima dibatalkan. “Tadinya Rabu besok ke Bima, tapi kami undur karena ada masalah Aceh,” ujar Martin. Dia menambahkan, sepulang dari Aceh, DPR baru akan ke Bima.
Ketika ditanya apakah kunjungan tersebut ada kaitannya dengan Pemilihan Kepala Daerah Aceh, Martin tidak membenarkan hal tersebut. “Masalah pilkada, kami tidak mau campuri,” ujarnya.
Dalam sebulan terakhir telah terjadi lima kasus penembakan di Aceh. Peristiwa itu menewaskan 10 orang dan melukai 13 orang. Pola penembakan dari lima kasus hampir sama. Pelaku menggunakan sepeda motor dan menembak warga. Insiden ini terjadi di beberapa lokasi, di antaranya Aceh Utara, Banda Aceh, dan Bireuen.
Hari ini insiden serupa kembali terjadi. Ada penembakan dan pelemparan bom molotov ke rumah Misbahul Munir, calon bupati yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Aceh Utara. Beberapa teror ini memang dikaitkan dengan Pilkada Aceh yang rencananya dilangsungkan 16 Februari mendatang.| AT | TO |
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra itu menuturkan Komisi III menilai situasi situasi keamanan Aceh sudah serius. “Jangan sampai makin tidak terkendali,” ujarnya. Dia akan bertemu dengan warga dan instansi terkait untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. “Agar ada gambaran-gambaran yang utuh,” katanya.
Martin juga mengungkapkan, pihaknya mendorong agar kepolisian cepat bertindak. “Jangan lamban sedikit pun kalau mengantisipasi soal Aceh,” kata dia.
Rencana ke Aceh ini membuat agenda ke Bima dibatalkan. “Tadinya Rabu besok ke Bima, tapi kami undur karena ada masalah Aceh,” ujar Martin. Dia menambahkan, sepulang dari Aceh, DPR baru akan ke Bima.
Ketika ditanya apakah kunjungan tersebut ada kaitannya dengan Pemilihan Kepala Daerah Aceh, Martin tidak membenarkan hal tersebut. “Masalah pilkada, kami tidak mau campuri,” ujarnya.
Dalam sebulan terakhir telah terjadi lima kasus penembakan di Aceh. Peristiwa itu menewaskan 10 orang dan melukai 13 orang. Pola penembakan dari lima kasus hampir sama. Pelaku menggunakan sepeda motor dan menembak warga. Insiden ini terjadi di beberapa lokasi, di antaranya Aceh Utara, Banda Aceh, dan Bireuen.
Hari ini insiden serupa kembali terjadi. Ada penembakan dan pelemparan bom molotov ke rumah Misbahul Munir, calon bupati yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Aceh Utara. Beberapa teror ini memang dikaitkan dengan Pilkada Aceh yang rencananya dilangsungkan 16 Februari mendatang.| AT | TO |


0 komentar:
Posting Komentar