Jakarta | Acehtraffic.com - Menyedihkan. Sadokta Taopan (8) harus buang air besar lewat perut selama
8 tahun. Anak malang dari keluarga miskin ini dilahirkan tanpa anus
sehingga harus dibuat anus buatan di perut bagian kirinya sehari setelah
dilahirkan.
"Sekarang, fasesnya keluar sendiri. Tumpah ke
baju. Kalau sedang bermain-main, teman-temannya pada teriak-teriak 'kamu
membawa apa'," kata Ketua Perlindungan Anak Kupang, Eben Liutto saat
berbincang dengan detikcom, Kamis 26 Januari 2011.
Sadokta
merupakan anak tunggal dari ayah Dominggu Taopan yang tinggal di
kampung miskin Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timur Tengah
Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia hidup serumah dengan anjing dan
babi di rumah papan yang tidak sehat. Untuk menuju rumahnya dibutuhkan
waktu 2 jam perjalanan darat dari Kupang.
"Kalau lagi tidur fasesnya tumpah, anjing langsung menjilati," tutur Eben.
Guna mendapatkan operasi anus buatan, Rumah Sakit terdekat adalah di RS Dr Sutomo, Surabaya. Sedikitnya dibutuhkan Rp 30 juta untuk membuat cara buang air besar Sadokta kembali normal.
"Bagi
donator, kami harap langsung memberikan bantuannya berupa pengobatan
rumah sakit. Kami harap jangan dengan uang cash, takut terjadi hal yang
tak diinginkan," ujar Eben.| AT | DT |


0 komentar:
Posting Komentar